Menko Luhut Klaim Kasus Meninggal Setelah Divaksin Covid-19 Sangat Rendah

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 320 2443994 menko-luhut-klaim-kasus-meninggal-setelah-divaksin-covid-19-sangat-rendah-AdnosfRJgD.jpg Kasus meninggal setelah di vaksin covid-19 sangat rendah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus pasien Covid-19 yang meninggal dengan status telah divaksin sangat rendah. Hal ini diungkapkan Menteri Perekonomian Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengaku mulai 26 Juli 2021, PPKM Level 4 akan ditandai pembukaan sektor perekonomian secara bertahap. Hal itu akan diikuti dengan peningkatan testing, tracing, dan vaksinasi.

Baca Juga: Sri Mulyani Habiskan Rp10,6 Triliun Beli Vaksin Covid-19

"Dari data yang kita dapat, ini seperti DKI, yang meninggal karena Covid-19 yang sudah divaksin angkanya sangat rendah, dari 5,1 juta sample, hanya 54 orang yang meninggal. Jadi ini angka hanya 0,21%. Dan itu rata-rata komorbid. Jadi saya berharap kita semua menyadari masalah vaksin ini satu hal yang penting," kata Luhut melalui konferensi virtual, Rabu (21/07/2021).

Baca Juga: Vaksin Moderna dan Pfizer Mampu Cegah Terkena Covid-19 hingga 90%

Menurut Luhut pemerintah akan mulai melakukan relaksasi dan beberapa pembukaan di beberapa daerah apabila menunjukan perbaikan dari kasus dan beberapa indikator jika terjadi penurunan.

"Testing tracing tadi sangat penting supaya early stage atau pada awal sudah bisa deteksi sehingga bisa di-treat dengan bagus dan rata-rata penyembuhannya 8 hari dan tingkat penyembuhannya lebih cepat, tapi tingkat meninggalnya pun lebih cepat kalau penanganannya tidak cepat, saya mohon ini menjadi perhatian kita semua," ujarnya.

Meskipun demikian Luhut meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap bahu membahu dalam memerangi kasus varian delta yang ganas ini dan pihaknya juga meminta masyarakat untuk bersabar karena pemerintah sedang tetap berhati-hati agar kondisi yang mulai membaik dan tidak menjadi buruk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini