Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berikut 5 Fakta Mal Baru hingga Terancam Dijual, Hidup Segan Mati Tak Mau

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Senin, 30 Agustus 2021 |06:10 WIB
Berikut 5 Fakta Mal Baru hingga Terancam Dijual, Hidup Segan Mati Tak Mau
Mal (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTASelama dua tahun ke depan akan ada enam pusat perbelanjaan atau mal baru di wilayah Jakarta. Demikian dikutip dari data Knight Frank Indonesia. Akan tetapi ada juga mal yang terancam dijual karena sepi pengunjung pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Berikut fakta Mal baru hingga terancam dijual yang telah dirangkum Okezone, Senin (29/8/2021):

1. Ada 6 Mal Baru

Adapun enam mal yang segera beroperas di Ibu Kota, di antaranya Aeon Mall South Gate berlokasi di TB Simatupang pada 2021. Kemudian Thamrin Nine Mixed Use berlokasi di Thamrin 2022. Holland Village Mall berlokasi di Cempaka Putih pada 2022.

Baca Juga: Mal Ini Dikabarkan Dijual Rp450 Miliar, APPBI Ungkap Penyebabnya

"MTC Tanah Abang berlokasi di Tanah Abang (2022), Menara Jakarta Shopping Mall berlokasi di Kemayoran (2023), dan Daan Mogot City berlokasi di Daan Mogot (2023)," ujar Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat.

2. Ada 5 Mal yang Bakal Dijual

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bandung Raya Handianto Lie menyebut salah satunya, kata dia, Mal Ujung Berung Town Square (Ubertos) yang akhir-akhir ini ramai di media sosial akan dijual. Serupa dengan Ubertos, menurutnya, empat mal lainnya yang belum ia sebutkan secara rinci pun akan dijual.

Baca Juga: Pengusaha Mal Pede Sektor Perbelanjaan Lebih Baik di 2022

"Kalau terdata sih ada beberapa, jadi hidup segan, mati nggak mau gitu, kira-kira ada lima mal (yang mau dijual), ini yang mesti pemerintah perlu mulai mikirin," kata Handiyanto dilansir dari Antara.

3. Pengunjung Sepi

Menurutnya, sejauh ini meski relaksasi telah diberikan bagi mal, pengunjung masih belum meningkat secara signifikan. Padahal mal di Kota Bandung oleh pemerintah kota telah diperbolehkan menerima pengunjung sebesar 50% dari total daya tampung.

"Ya rata-rata per hari sekitar 10-15% lah, di akhir pekan mungkin 15% ya, kalau di mal yang saya kelola BTC Pasteur kunjungannya di bawah 10%," kata dia.

4. Berikut penyebab Mal Tutup

Dia mengatakan minimnya pengunjung yang datang ke mal itu disebabkan belum dibukanya arena bermain atau tempat hiburan. Pasalnya, kata dia, orang-orang yang mau berkunjung ke mal itu bukan hanya untuk berbelanja, namun juga untuk mendapatkan hiburan.

"Sebetulnya kita juga sudah berterima kasih telah memberi relaksasi sebesar 50% itu, tapi kita minta sekarang juga tidak banyak, kita minta yang tempat hiburan itu juga turut dibuka," katanya.

5. Tempat Hiburan di Mal Belum Maksimal

Karena jika tempat hiburan dibuka, seperti arena bermain anak, arena bermain remaja, bioskop, maka menurutnya tenaga kerja juga akan terserap kembali.

"Contohnya di bioskop itu biasanya punya 30 orang pegawai, kalau bioskop tutup itu 30 orang hilang, sekarang di Bandung ada berapa mal, mungkin sekarang ratusan pekerja bioskop itu jobless," kata Handianto.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement