5 Syarat Pekerja Dapat BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 320 2463788 5-syarat-pekerja-dapat-blt-subsidi-gaji-rp1-juta-UcNAb4Ou1u.jpg BLT Subsidi Gaji Cair (Foto: Okezone)

JAKARTA - Syarat pekerja dapat BLT subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp1 juta. BLT subsidi gaji akan dicairkan hingga 5 tahap.

Hingga saat ini penyaluran BLT subsidi gaji mencapai 3 tahap. Pada BLT subsidi gaji tahap 1, sebanyak 947.669 pekerja mendapat Rp1 juta. Dalam BLT subsidi gaji tahap 2, sebanyak 1.145.813 pekerja mendapatkan BLT subsidi gaji Rp1 juta dan BLT subsidi gaji tahap 3 mencapai 1.428.069 pekerja menerima Rp1 juta.

Tercatat, pemerintah menganggarkan dana Rp8,8 triliun untuk target 8,7 juta pekerja penerima BLT subsidi gaji.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan, penyerahan data BLT subsidi gaji dilakukan secara bertahap guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU

Penerima BSU tersebut telah sesuai dengan kriteria yang tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian BSU bagi Pekerja atau Buruh dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Syarat Lengkap Penerima BLT Subsidi Gaji

1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan NIK

2. Peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan s/d Juni 2021

3. Mempunyai Gaji/Upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta. Pekerja/Buruh bekerja di wilayah dengan upah minimum provinsi atau kabupaten/kota lebih besar dari Rp 3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) maka persyaratan Gaji/Upah tersebut menjadi paling banyak sebesar upah minimum kabupaten/kota dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh. Sebagai contoh: Upah minimum Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.798.312 dibulatkan menjadi Rp 4.800.000

4. Bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4 yang ditetapkan pemerintah

5. Diutamakan yang bekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan & jasa kecuali Pendidikan dan Kesehatan (sesuai klasifikasi data sektoral BPJSTK)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini