8 Tahun Rugi, Erick Thohir: Kini Krakatau Steel Untung Rp800 Miliar

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 278 2474618 8-tahun-rugi-erick-thohir-kini-krakatau-steel-untung-rp800-miliar-PL0LntCLiu.jpg 8 tahun rugi, KRAS kini untung (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS mencatatkan keuntungan sebesar Rp800 miliar pada kuartal II 2021. Sebelumnya, perseroan mengalami kerugian selama 8 tahun terakhir.

Kinerja positif itu pun dipamerkan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, moncernya kinerja emiten merupakan buah dari restrukturisasi utang yang tengah dilakukan pemegang saham.

Baca Juga: Transformasi BUMN, Jokowi: Krakatau Steel Sudah Semakin Sehat

Saat ini KRAS memasuki tahap ketiga restrukturisasi setelah melewati dua fase sebelumnya. Dimana, sejak awal 2020 lalu manajemen melakukan restrukturisasi utang senilai 2,2 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 31 triliun.

"Sesuai restrukturisasi, mereka harus melakukan tiga tahapan Bapak. Dan tentu, tahapan ini sudah berhasil satu dan dua. Dan kalau kita lihat sekarang performanc-nya yang selama ini Krakatau Steel itu rugi 8 tahun terakhir terakhir, ini sudah untung Rp 800 miliar," ujar Erick, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: RI Punya Pabrik Industri Baja Teknologi Tinggi Dunia, Jokowi: Hemat Devisa Rp29 Triliun

Meski begitu, Erick tetap mengingatkan agar manajemen tidak berpuas diri. Saat ini emiten dituntut terus membenahi diri agar mampu memberikan kontribusi terhadap negara sesuai dengan arahan Jokowi.

"Tetapi saya bilang kepada manajemen, jangan berpuas diri, karena ini penting bagaimana kita terus tingkatkan performance daripada Krakatau Steel," kata dia.

Pada 2020 lalu, KRAS mencatat laba sebesar bersih 23,67 juta dolar AS atau sekitar Rp339 miliar. Jumlah itu meningkat pada kuartal II tahun ini atau sekitar Rp 800 miliar.

Kinerja positif ini diraih untuk pertama kalinya setelah delapan tahun berturut-turut mencatat kerugian. Mislanya, pada 2019 lalu, Krakatau Steel mencatat kerugian 503,65 juta dolar AS atau setara Rp7,2 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini