Kliring Berjangka Cetak Kenaikan Laba 55% Sebesar Rp70,9 Miliar

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 320 2482552 kliring-berjangka-cetak-kenaikan-laba-55-sebesar-rp70-9-miliar-jJwKDWd8uo.jpg Laba Kliring Berjangka. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 55,49% (yoy), dari Rp45,6 Miliar di kuartal III 2020 menjadi Rp70,9 miliar pada kuartal III tahun ini.

Sedangkan dari sisi laba operasional, sampai dengan Kuartal III 2021, KBI mencatatkan laba operasional sebesar Rp 80,4 Miliar meningkat 34.03 % (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yaitu sebesar Rp 60 Miliar.

Baca Juga: BUMN Kliring Berjangka Buka Lowongan Kerja, Cek Syaratnya

Catatan laba positif KBI ini justru berada di tengah ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih.

“Berbagai upaya telah kami lakukan agar korporasi tetap tumbuh, baik dengan transformasi bisnis, peningkatan pelayanan, serta tentunya inovasi dengan mengeluarkan inisiasi bisnis baru. Sektor perdagangan berjangka komoditi, pasar fisik komoditas serta Sistem Resi Gudang, memiliki potensi besar untuk terus tumbuh,” ujar Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Tahu Risiko Bank dan Kalah Kliring, Apa Itu?

Salah satu inisiasi bisnis baru yang dijalankan KBI di tahun 2021 ini adalah perannya sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi di Pasar Fisik Timah Dalam Negeri, yang mulai berjalan sejak bulan Maret 2021. Sampai dengan bulan September 2021, transaksi perdagangan Pasar Fisik Timah Dalam Negeri di Bursa Berjangka Jakarta ini mencapai 1.480 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 647,9 Miliar”.

“Ke depan, KBI akan terus mengembangkan bisnis baru diluar yang sekarang sudah berjalan. Salah satu inisiasi bisnis yang kami targetkan berjalan di Kuartal IV 2021 adalah Pasar Fisik Emas Digital, dimana KBI akan berperan sebagai Lembaga Kliring atas transaksi Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Jakarta,” ujarnya.

Secara infrastruktur dan teknologi, kami sudah siap 100%, dan ijin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga telah kami peroleh beberapa waktu lalu. Selain itu, KBI juga sudah siap sebagai Lembaga Kliring untuk perdagangan asset kripto. Terkait sebagai Lembaga Kliring Aset Kripto, KBI sudah siap 100% baik dari segi permodalan maupun infrastrukturnya.

“Sebagai lembaga kliring di perdagangan asset kripto, peran KBI meliputi penyelesaian keuangan, fungsi delivery versus payment, pengawasan integritas keuangan, fungsi suspend, rekomendasi sistem dan anggota,” ungkap Fajar Wibhiyadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini