Share

Erick Thohir Disebut Punya Bisnis PCR, Ini Penjelasan Lengkap Stafsus Menteri BUMN

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 02 November 2021 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 320 2495528 erick-thohir-disebut-punya-bisnis-pcr-ini-penjelasan-lengkap-stafsus-menteri-bumn-QkcSoYimJZ.png Erick Thohir (Foto: Instagram/@erickthohir)

JAKARTA - Kementerian BUMN membantah isu soal Menteri BUMN Erick Thohir terlibat dalam bisnis RT-PCR sejak awal pandemi Covid-19 di Indonesia.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan, isu tersebut sangat tendensius. Arya pun memaparkan sejumlah data-data tes PCR di Indonesia.

"Isu bahwa Pak Erick bermain (bisnis) tes PCR itu isunya sangat tendensius," ujar Arya kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

Baca Juga: Dituding Terlibat Bisnis Tes PCR, Begini Tanggapan Menko Luhut

Dari data yang dihimpun Kementerian BUMN, jumlah PCR di Indonesia hingga saat ini mencapai 28,4 juta. Sementara PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), perusahaan yang dikaitkan dengan Erick Thohir, hanya 700.000. Dengan demikian, hanya 2,5 persen dari total tes PCR yang sudah dilakukan di Indonesia, hanya 2,5 persen.

"Jadi bisa dikatakan hanya 2,5 persen dari total tes PCR yang sudah dilakukan di Indonesia, hanya 2,5 persen, jadi 97,5 persen lainnya dilakukan pihak lain. Jadi kalau dikatakan bermain, kan lucu ya, 2,5 persen gitu. Kalau mencapai 30 persen, 50 persen itu oke lah, bisa dikatakan bahwa GSI ini ada bermain-main. Tapi hanya 2,5 persen," ungkap dia

Arya juga menjelaskan, salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro. Di mana, Adaro hanya memiliki saham sebesar 6 persen. Di lain sisi, yayasan tersebut merupakan yayasan kemanusiaan.

"Jadi bayangkan, GSI itu hanya 2,5 persen melakukan tes PCR di Indonesia, setelah itu Yayasan kemanusiaan Adaronya hanya 6 persen. Jadi bisa dikatakan yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR," tegas dia.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Kemudian, Erick Thohir sejak diamanahkan menjadi Menteri BUMN tidak lagi aktif untuk mengurusi bisnis dalam yayasan tersebut.

"Jadi sangat jauh lah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Pak Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR jauh sekali," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini