Share

4 Fakta Kenaikan Harga BBM, Pertamina Beri Penjelasan

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Sabtu 06 November 2021 04:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 320 2497026 4-fakta-kenaikan-harga-bbm-pertamina-beri-penjelasan-saREQgwBju.jpeg Jawaban Pertamina soal usulan kenaikan harga BBM (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Naiknya harga minyak dunia membuat harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mau tak mau ikut naik. Shell misalnya. Saingan Pertamina ini telah menaikkan harga produknya.

Lantas, bagaimana dengan nasib BBM Pertamina? Simak fakta-faktanya yang telah Okezone rangkum di bawah ini, Sabtu (6/11/2021).

Baca Juga: Jawaban Pertamina soal Kenaikan Harga BBM

1. Diusulkan Naik

Harga BBM Pertamina masih belum mengalami kenaikan meski usulan dan kebijakan untuk menaikkan harga bermunculan. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengusulkan agar Pertalite dan Pertamax naik Rp1.500 per liter.

Sementara itu, Pemerintah sendiri telah menetapkan bahwa harga keekonomian Pertalite adalah Rp11.000. Harga ini terpaut cukup jauh dari harga Pertalite saat ini yang hanya dibanderol Rp7.650 per liternya.

Baca Juga: Heboh Truk Tangki BBM 'Kencing' di Pinggir Jalan, Begini Reaksi Pertamina

2. Harga Shell Sudah Naik

Meninggalkan Pertamina, Shell sudah menaikkan harga bahan bakarnya sejak tanggal 1 November 2021 lalu. Berdasarkan laman shell.co.id, harga BBM Shell di Jakarta kini berkisar Rp12.860 per liter dari sebelumnya Rp11.559 per liter.

3. Harga Pertamina Vs Shell

Ada perbedaan yang cukup signifikan pada harga Shell dan Pertamina. Berbeda dengan Shell yang sudah meninggalkan angka Rp10.000, harga beberapa bahan bakar Pertamina justru masih ada yang berada di bawah kisaran harga tersebut.

Harga produk Pertamina per liter yaitu Pertalite Rp7.650, Pertamax Rp9.000, Pertamax Turbo Rp12.000, Dexlite Rp9.500 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp11.150.

Sementara itu, harga produk Shell per liternya yaitu Shell Super (RON 92, Rp12.860, Shell V-Power (RON 95) Rp13.400, Shell V-Power Diesel (CN 51) Rp13.000, Shell V-Power Nitro+ (RON 98) Rp13.700.

4. Dilema Pertamina

Sebenarnya, keadaan ini cukup memberi tekanan yang cukup signifikan bagi Pertamina. Masalah kini bukan hanya sebatas keuntungan, tetapi juga beban pokok produksi. Hal ini diungkapkan oleh Corsec Subholding Commercial And Trading Pertamina Irto Ginting.

Pertamina juga memahami bahwa jika kenaikan harga bisa berpengaruh terhadap daya beli masyarakat yang sudah menurun sejak pandemi. Namun, Pertamina masih terus mencoba berkoordinasi dengan Pemerintah untuk mencari solusi atas persoalan ini.

"Untuk itu, saat ini Pertamina dengan Pemerintah sedang melakukan pembahasan untuk mencari solusi terbaik," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini