Huda menambahkan, baik bayar ataupun tidak yang paling penting fasilitas umum ini seharusnya bisa terawat dan terjaga dengan baik demi menjaga kepuasan konsumen Pertamina.
"Kalau saya sebenarnya lebih memilih toiletnya bersih dan nyaman tapi bayar ketimbang gratis namun tidak bersih dan nyaman, makanya kalau bisa gratis dengan kondisi toilet bersih dan nyaman justru sangat bagus, tapi yang penting bersih dan nyaman itu sih," katanya.
Sebelumnya, penjaga toilet SPBU bernama Nana (50) mengaku omzetnya turun setelah adanya tulisan toilet gratis yang terpampang pada pintu kamar mandi yang dijaganya.
"Saya kan tidur di sini, mulai tadi pagi, yang nempel orang kantor," ujar Nana.
"Biasanya saya jam segini itu sudah dapat Rp100 ribuan, tapi sekarang baru Rp50 ribu, itu iuga belum termasuk untuk makan dan biaya perawatan toilet," tambah Nana.
Nana menjelaskan, omzet dari menjaga toilet SPBU biasanya pe rhari bisa mencapai kurang lebih Rp150 ribu yang masuk ke kantongnya. Jumlah tersebut sebagian disisihkan untuk keperluan perawatan kamar mandi, seperti sabun dan pewangi.
"Enggak ada tulisan gratis pun juga sudah banyak juga yang tidak membayar, gimana sekarang ada tulisannya, tapi ya tidak apa-apa," lanjut Nana.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.