Share

Bentuk Klaster BUMN Kesehatan, Erick Thohir: Kalau Sendiri-Sendiri Kita Tidak Punya Kekuatan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 320 2523430 bentuk-klaster-bumn-kesehatan-erick-thohir-kalau-sendiri-sendiri-kita-tidak-punya-kekuatan-Uk65WtYKRi.jpeg Integrasi RS BUMN dengan holding kesehatan bisa menahan gelombang pandemi (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan klaster BUMN Kesehatan akan memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan Indonesia. Dia mengakui pengembangan vaksin di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain.

Meski begitu, PT Bio Farma (Persero) terus memperkuat posisinya sebagai Holding BUMN Farmasi, salah satunya memproduksi vaksin Covid-19.

Baca Juga: Holding Kesehatan dan RS BUMN Integrasi, Erick Thohir: Tahan Gelombang Covid-19

Erick Thohir mengatakan pihaknya telah mengkonsolidasikan “Kita tahu ekosistem ini menjadi kunci. Kalau kita berdiri sendiri-sendiri, akhirnya tentu kita tidak punya kekuatan yang terpadu untuk menahan gelombang yang terjadi ke depannya,” ujar Erick, Senin (27/12/2021).

Kementerian BUMN, kata dia, telah menggabungkan Bio Farma sebagai perusahaan induk (holding company) yang membawahi Kimia Farma, Indofarma, dan sejumlah rumah sakit yang berada di bawah Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Baca Juga: Jokowi Groundbreaking RS Internasional, Erick Thohir: Langkah Awal Pengembangan KEK Kesehatan di Bali

Selain itu, secara bisnis Bio Farma diharapkan mampu membuka peluang baru dalam industri kesehatan seperti industri vaksinasi.

“Karena itu kita coba sekarang bekerja sama dengan berbagai pihak apakah merupakan vaksin mRNA atau protein rekombinan yang hari ini memang masih terus kita jajaki,” kata dia.

Bio Farma juga telah melakukan uji klinis vaksin BUMN atau Merah Putih sejak 13 Desember 2021 kemarin. Dia berharap, pada tahun depan Indonesia mampu memproduksi vaksin secara mandiri.

“Tentu kita harapkan dengan uji klinis ini kesatu lalu kedua dan ketiga, kita juga bisa menekan impor vaksin di tahun depan. Kita siap memproduksi 77 juta (dosis) untuk langkah awal yang bisa mulai Insya Allah di bulan Juli,” tutur Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini