Jadi Pemegang Saham Pengendali, BPKH Bisa Perkuat Portofolio Dana Haji di Bank Muamalat

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 278 2531124 jadi-pemegang-saham-pengendali-bpkh-bisa-perkuat-portofolio-dana-haji-di-bank-muamalat-RZXMwfPR5L.jpg BPKH Resmi Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Muamalat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) jadi pemegang saham pengendali PT Bank Muamalat Indonesia (BMI). Tercatat, BPKH memiliki 82,7% saham Bank Muamalat.

BPKH telah menambah modal yang disetor sebesar Rp1 triliun yang kemudian akan dilanjutkan dengan tambahan modal penyerta dalam bentuk instrumen subordinasi Rp2 triliun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu mengatakan, investasi pada BMI merupakan salah satu strategi BPKH untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga: BPKH Resmi Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Muamalat, Dana Rp3 Triliun Siap Dikucurkan

Melalui kepemilikan pada BMI, yang merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) terbesar kedua, BPKH akan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak calon-calon jemaah haji.

"BMI juga memiliki jaringan dan branding yang kuat pada sektor perhajian dan umrah, pembiayaan UMKM, serta pasar konsumen muslim," katanya, Selasa 4 Januari 2022.

Sementara itu, Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Universitas Indonesia (UI) Rahmatina Awaliah Kasri menilai BPKH mengambil alih saham mayoritas Bank Muamalat, ini menjadi salah satu bentuk strategi jitu BPKH untuk mengembangkan dana jamaah haji yang pernah menjadi modal disetor dan hingga kini masih menjadi sumber dana pihak ketiga bank tersebut.

“Bahkan saat krisis ekonomi 1998, Bank Muamalat merupakan salah satu bank yang reliance. Ketika banyak bank menjadi pasien BPPN (Badan Penyelamatan Perbankan Nasional), kinerja Bank Muamalat malah bagus. Posisi non performing financing (NPF) hanya 1,5 persen,” katanya.

Ada sejumlah manfaat yang diperoleh BPKH dalam membeli saham mayoritas BMI, tambah Rahmatina. Pertama, aksi korporasi tersebut memperkuat brand perbankan syariah nasional di tengah gempuran bank digital dan konvesional. Kedua, BPKH dapat memanfaatkan jaringan perbankan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Ketiga, layanan digital yang dapat diandalkan. Selain itu, Baitul Maal dan kegiatan sosialnya juga berjalan sustain untuk memberikan manfaat bagi umat.

Rahmatina menilai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja BMI dalam beberapa tahun terakhir adalah mismanajemen. Sebelum BPKH masuk, banyaknya investor asing sebagai pemegang saham BMI diduga tidak mendukung corporate culture.

“Investor asing lebih menghendaki profit oriented. Kehati-hatian yang sudah dibangun, dikompromikan dengan harapan meraih keuntungan yang lebih besar,” ujarnya.

Langkah korporasi BPKH sudah mendapat persetujuan internal dari para dewan pengawas, pemegang saham, dan Otoritas Jasa Keuangan. Sebelum membeli BMI, BPKH bekerjasama dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) untuk mengelola aset-aset BMI yang berkualitas rendah.

“Dengan penjualan aset berkualitas rendah tersebut, posisi NPF BMI tinggal 0,5 persen. Sebelumnya 4-5 persen,” sambungnya.

Sebagai pemegang mandat jamaah haji, BPKH dapat memperkuat portofolionya sehingga mampu memberikan keuntungan (return) dan nilai manfaat yang optimal kepada jamaah haji. Di masa pandemi, kinerja sektor perbankan masih tetap baik.

Alhasil, investasi ke sektor perbankan secara bisnis tetap berstatus hijau. Ia pun meyakini, hadirnya BPKH dalam postur kepemilikan BMI bisa mendorong terjadinya pemulihan ekonomi dan pengembangan keuangan syariah di Indonesia.

“Dengan menjadi pemegang saham mayoritas, BPKH bisa mengarahkan Bank Muamalat agar sesuai dengan visi-misi awalnya. Sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji,” tuturnya.

Salah satu fokus BMI pada UMKM merupakan cara membangun sistem ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia. BMI pun dapat meningkatkan reputasinya melalui initial public offering (IPO) di lantai bursa, dengan catatan harus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi.

Keberadaan Islamic Development Bank (IDB) sebagai salah satu pemegang saham BMI juga menguntungkan BPKH untuk rencana investasi di negara-negara regional Timur Tengah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini