Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Omicron Naik, Menko Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan!

Azhfar Muhammad , Jurnalis-Kamis, 20 Januari 2022 |08:12 WIB
Kasus Omicron Naik, Menko Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan!
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa saat ini kasus virus varian Omicron terus bertambah dan mayoritas kasus atau yang terinfeksi virus ini berasal dari luar negeri.

Dia meminta agar masyarakat untuk mematuhi semua arahan dari pemerintah di masa pandemi dan melonjaknya kasus Omicron.

"Kalau Anda masih pengen hidup. Kalau mau masih hidup (silakan ikuti) imbauan, kalau enggak mau hidup ya silakan langgar," kata Menko Luhut dalam keterangan resmi, Kamis (20/1/2022).

Menko Luhut bahkan mendapat laporan terdapat satu kelompok pelaku perjalanan luar negeri yang 44 persennya terkena virus varian Omicron.

"Jadi saya ingin imbau lagi apa yang disampaikan presiden, upaya jangan keluar negeri dulu kalau tidak penting amat selama 3 minggu ke depan ini," ujarnya.

Menurut dia, kasus-kasus omicron yang terkonfirmasi di Indonesia belakangan ini masih sebagian besar dari luar negeri.

"Omicron adalah musuh bersama, jadi jangan ada mempersoalkan ini (soal jabatan dan pangkat), nggak ada disini. Jadi kita harus kompak melihat ini, ini ada musuh bersama," jelasnya.

Lebih lanjut Menko Luhut menyampaikan bahwa virus omicron yang saat ini terjadi dan melanda Indonesia adalah musuh setiap orang dan menjadi musuh bersama.

“Sehingga dibutuhkan kerja sama dan sinergisitas untuk menanggulanginya sehingga Indonesia bisa keluar dari pandemi,” pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement