JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yakin Pertamina masih tetap untung meski harga BBM tidak naik.
Bahkan, keuntungan yang akan didapat Pertamina mencapai lebih dari USD1 miliar atau setara Rp14,3 triliun (kurs Rp14.300 per USD).
Baca Juga: Warning! Ahok Ramal 5 Tahun Lagi SPBU Sepi
Berikut fakta-faktanya, Jakarta, Jumat (11/2/2022).
1. Ahok Yakin Pertamina Tetap Untung
Ahok memprediksi bahwa Pertamina masih mendapatkan keuntungan di atas USD1 miliar atau setara Rp14,3 triliun (kurs Rp14.353 per USD).
"Kami berharap jika Pertamina nggak boleh naikin harga tahun ini, masih bisalah mencapai keuntungan di atas USD1 miliar," kata Ahok dalam acara DBSI Spring Festival, Kamis (10/2/2022).
2. Usulan Ahok
Menurutnya, pemerintah lebih baik mengubah skema subsidi BBM saat ini agar bisa menghemat banyak devisa. Caranya, skema subsidi BBM berbasis komoditas diganti menjadi subsidi langsung ke pihak yang berhak menerima subsidi.
3. Pertamina Bisa Untung
Ahok memprediksi, dengan mengubah skema subsidi tersebut, maka pertamina bisa untung US$ 4-5 miliar per tahun.
"Bahan bakar subsidi tidak dialihkan ke tambang (komoditas/ BBM), nah mungkin untuk USD4-USD5 miliar harusnya bisa (untung). Jadi harapan saya pemerintah mulai membikin subsidi ke orang langsung," tambahnya.
4. Rencana Pertamina Naikkan Harga BBM
Sebelumnya, Pertamina tengah mengkaji kenaikan harga BBM pertamax. Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Irto Ginting mengatakan, rencana penyesuaian harga ini masih dalam kajian.
"Kami masih mereview untuk penyesuaian tersebut," ujar Irto kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (8/2/2022).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.