JAKARTA – Permintaan sepeda dalam tren kenaikan selama pandemi Covid-19. PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk mencatat penggunaan sepeda saat pandemi meningkat karena antusias masyarakat untuk berolahraga.
"Ya karena kita ketahui sepeda ini tidak hanya digunakan untuk transportasi saja tapi sudah tren, jadi hobi, mereka ingin lebih sehat lagi, mereka perlu berolahraga tentunya dengan adanya pandemi terlihat antusias masyarakat untuk bersepeda," kata Direktur Utama Sepeda Bersama Indonesia Andrew Mulyadi dalam Market Review IDX, Senin (21/3/2022).
Menurut Andrew, karena hal tersebut, tren permintaan sepeda di pasar bisa meningkat 20 - 30% karena banyaknya toko offline yang juga menjual secara online.
"Peningkatannya cukup signifikan sekitar bisa 20-30%. Saat ini masih offline yang mendominasi, tapi saya lihat trennya di online semakin berkembang dan mereka toko yang menjual offline sekarang sudah menjual juga di online," jelasnya.
Perseroan yang bergerak dalam bidang perdagangan besar sepeda ini melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebanyak 323.334.000 saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Saham BIKE ini mencatat kelebihan permintaan oversubscribed) hingga 28 kali. Dari aksi korporasi ini, emiten berkode BIKE tersebut berhasil menghimpun dana segar Rp54,96 miliar.
"Dananya kita akan membeli persediaan dan penambahan distributor baru di beberapa daerah, seperti Medan, Ujung Pandang, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, kita akan buka distribution center sehingga kita lebih luas lagi pemasarannya dan menambah dealer lagi sebanyak mungkin di daerah-daerah itu," kata Andrew.
Adapun di titik-titik tersebut BIKE masih berpotensi untuk memperluas dan memperbesar pemasaran di sana. "Karena saat ini lebih banyak di pulau Jawa, daerah juga ada tapi kita juga masih ada market di sana yang besar yang masih kita jangkau di sana," ujarnya.
Sepeda Bersama Indonesia ini didirikan pada tahun 2017, bergerak di bidang sepeda dan alat-alat sport. Sepeda Bersama Indonesia memegang merk Genio dan sebagai pemegang distributor dari merk United dan Avand.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)