Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minyak Goreng Mahal dan Langka, Erick Thohir Ketuk Hati Produsen Swasta

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Selasa, 22 Maret 2022 |16:54 WIB
Minyak Goreng Mahal dan Langka, Erick Thohir Ketuk Hati Produsen Swasta
Menteri BUMN Erick Thohir minta pengusaha tambah produksi minyak goreng (Foto: Kementerian BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Polemik minyak goreng belum juga usai. Untuk itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta produsen minyak goreng swasta untuk meningkatkan distribusi minyak goreng di pasaran.

Alokasi minyak goreng tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Erick menilai peningkatan alokasi berdampak besar dalam upaya mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasar.

"Oleh karena itu, kita mengetuk teman-teman swasta, ayolah kembali (meningkatkan alokasi)," ujar Erick, Selasa (22/3/2022).

Erick menilai isu minyak goreng menjadi persoalan bersama, baik pemerintah, BUMN, dan swasta. Menurutnya, perusahaan pelat merah telah menyalurkan seperempat produksi CPO yang bukan minyak goreng ke minyak goreng.

Hanya saja, stok tersebut belum memenuhi kebutuhan dalam negeri. Erick pun mengetuk hati para produsen swasta agar menambah menyuplai minyak goreng untuk masyarakat.

"Saat ada isu minyak goreng, kita (BUMN) switch 1/4 produksi yang tadinya bukan minyak goreng, kita ubah dan gelar operasi pasar, apakah cukup, tidak, makanya kita ketuk teman-teman swasta," ucap Erick.

Dari keterangan Erick, BUMN memiliki luas lahan perkebunan sawit sebesar 4% dengan kontribusi nasional sebesar 7%. Sementara produsen swasta menguasai 56% atas lahan perkebunan kelapa sawit secara nasional.

Kondisi ini dinilai Erick dapat meningkatkan peran dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng bila swasta mampu memaksimalkan perannya.

Erick mencatat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi. Kerukunan dan stabilitas yang terjaga akan mendongkrak roda perekonomian lebih baik. Bagi Erick isu minyak goreng akan memiliki dampak negatif bagi ekonomi Indonesia.

"Yang namanya ekonomi perlu ada kerukunan. Kalau ingin ekonomi kita tumbuh perlu ada kerukunan itu," ucapnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement