Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Jokowi Sedih Uang Negara Dibelikan Barang Impor, dari Pensil, Seragam hingga CCTV

Feby Tiara Sopian , Jurnalis-Sabtu, 26 Maret 2022 |03:21 WIB
Presiden Jokowi Sedih Uang Negara Dibelikan Barang Impor, dari Pensil, Seragam hingga CCTV
Presiden Jokowi Jengkel dengan Barang Impor. (Foto: Okezone.com/Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Belanja atau beli produk lokal terus disosialisasikan. Bahkan Presiden Jokowi meminta APBN untuk dibelanjakan barang-barang buatan dalam negeri.

Dirinya pun mengaku sedih bahwa selama ini banyak uang negara yang justru dibelanjakan produk luar. Karena itu dirinya memerintahkan penggunaan 40 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta anggaran BUMN untuk belanja barang-barang buatan dalam negeri.

"Cek yang terjadi, sedih belinya barang-barang impor semua, padahal kita memiliki (produk dalam negeri). Anggaran pengadaan barang dan jasa untuk modal di pusat itu Rp526 triliun, sedangkan Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota ada Rp535 triliun, lebih gede daerah. Sekali lagi saya ulang, pusat Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun, BUMN jangan lupa saya detailkan Rp420 triliun, ini duit gede banget, besar sekali," ungkap Presiden.

"Sudah di depan mata uangnya ada, uang-uang kita sendiri tinggal belanjakan produk dalam negeri saja sulit dan saya awasi betul,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi pun meminta agar kementerian dan pemda tidak melanjutkan tradisi untuk membeli barang-barang impor.

"Beli barang-barang impor mau kita terus-teruskan? Ndak. Ndak bisa. Kalau kita beli barang impor, bayangkan bapak ibu kita beri pekerjaan ke negara lain, duit kita, capital outflow keluar, pekerjaan ada di sana, bukan di sini," ungkap Presiden.

Jokowi juga geram dengan pengadaan seragam dan sepatu yang dilakukan oleh TNI dan Polri. Dia menyebut pengadaan seragam dan sepatu TNI dan Polri masih impor.

"Seragam dan sepatu, tentara dan polisi beli dari luar. Kita produksi dimana-mana bisa jangan diterus-teruskan," tegasnya.

Jokowi juga merasa kecewa bahwa kertas , pensil hingga CCTV dalam pengadaan barang masih impor. Padahal menurut UMKM dalam negeri sudah bisa memproduksi barang-barang tersebut.

Ada Rp500 Triliun, Jokowi: Uang Kita Sendiri Tinggal Belanja Produk Dalam Negeri Saja Sulit, Bodoh Sekali

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement