Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berawal dari Hobi, Pria Ini Untung Besar dari Bisnis Burung Merpati Hias

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 05 April 2022 |12:19 WIB
Berawal dari Hobi, Pria Ini Untung Besar dari Bisnis Burung Merpati Hias
Pria ini untung besar dari bisnis burung merpati. (Foto: Okezone)
A
A
A

MALANG - Sebagian orang beranggapan memelihara burung merupakan hobi, tapi tidak pada pria asal Malang yang menghasilkan pundi - pundi cuan.

Burung yang dipelihara pun bukan sembarangan burung, melainkan burung hias merpati yang diminati banyak orang.

Pria bernama Mochammad Kusholikhudin telah empat tahun terakhir menekuni pengembangbiakkan burung merpati hias di rumahnya kawasan Gadang, Kota Malang.

Menurutnya, ketertarikannya pada dunia burung merpati sejak masih kuliah.

"Awalnya cuma buat hobi saja. Tetapi kemudian mulai ada kontes-kontesnya untuk merpati hias. Jadi saya mulai fokus untuk pengembangbiakan juga," ucap pria yang akrab disapa Udin ini saat ditemui pada Selasa (5/4/2022).

 BACA JUGA:Kepergok Curi Burung Dara Seharga Belasan Juta, Remaja Ini Nangis

Ada banyak burung merpati hias yang sebenarnya bisa dikembangbiakkan, namun Udin hanya fokus pada empat jenis burung merpati yakni Bluenete dari Turki, German Nun, Old Dutch Cappucine dan Peligiser dari Hungaria.

Dia menyebut, hanya mengembangkan empat jenis saja agar lebih bisa maksimal dalam proses perawatan dan breeding.

"Perawatannya terhitung cukup mudah. Yang utama pada perawatan merpati jenis ini makanan, minuman, dan kandang," jelasnya.

Dia harus rajin mengecek kondisi kandang makanan dan minumannya.

Jika ada merpati yang sakit maka harus segera dipindahkan agar tidak menular ke merpati lain.

"Jadi memang masing-masing jenis yang dirawat ini disiapkan untuk mengikuti lomba-lomba merpati hias. Biasanya memang ada perlakuan khusus seperti diberi vitamin dan treatment lain agar speknya bisa masuk untuk kontes," tuturnya.

Untuk proses breeding sendiri, Udin menyebut sebenarnya tak terlalu sulit.

Usia minimal untuk seorang indukan bisa mulai di-breeding adalah empat bulan.

Setelah itu indukan tersebut bakal dikumpulkan dengan pejantan sesuai dengan jenisnya dalam satu kandang.

Jika memang ada kecocokan, maka proses breeding akan dimulai dan indukan merpati itu bakal bertelur.

"Kalau indukan nya juara dan pejantan nya juara, maka 85 persen anakannya juga bakal memiliki gen juara. Makanya untuk menghasilkan juga perlu ketelitian dan ketelatenan," ucapnya.

Saat ini, peminat burung berkicau dirasa Udin cukup banyak.

Pasalnya harga jual merpati hias kini juga bersaing dan cukup bagus.

 BACA JUGA:Nikmatnya Bakso Sarang Burung Walet, Rasa Bikin Lidah Bergoyang

Apalagi jika sudah mampu mendapatkan juara dalam kontes yang diikuti. Harga jualnya bahkan bisa empat atau bahkan lima kali lipat.

Berbeda dengan burung berkicau, untuk kontes merpati hias lebih menitikberatkan pada originalitas sesuai dengan kondisi aslinya.

"Kalau untuk merpati hias yang sudah juara bisa sampai Rp15juta per ekor. Bahkan ada yang sampai laku Rp40 juta. Tetapi kalau yang tidak masuk spek kontes paling hanya kisaran Rp1-2 juta. Sementara yang afkir kisaran Rp750 ribu," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement