JAKARTA - Sejumlah masyarakat banyak mengeluhkan mengenai stok Pertalite yang sudah didapat.
Banyak masyarakat menyebut kalau langkanya Partalite semenjak Pertamax alami kenaikan jadi Rp12.500 per liter.
Diketahui juga Pertalite kini menjadi Jenis Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBMKP) menggantikan Premium.
BACA JUGA:Beli Pertalite dengan Jeriken Dilarang! Pertamina: Untuk Pengecer Tidak Dibenarkan Itu Ilegal
Berikut ini dirangkum Okezone pada Sabtu (8/4/2022), 6 fakta soal Pertalite yang sudah didapat sekarang:
1. Masyarakat Protes
Salah satu pengemudi ojek online yang ditemui MNC Portal Indonesia di SPBU Pertamina Asrama Haji, Lubang Buaya Jakarta Timur mengakui memang saat ini mencari Pertalite lumayan sulit.
Anwar yang setiap hari berkutat di jalanan ibu kota menyebut beberapa SPBU Pertamina tidak ada stok Pertalite.
"Hari ini belum dapat bensin Pertalite, 2 pom lewat, tidak ada dua-duanya," kata Anwar kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (5/4/2022).
Anwar menyebut setiap hari memakai Pertalite dan akan sangat berat jika harus beralih menggunakan Pertamax dengan harga Rp12.500 per liter.
"Sementara dulu ke Madura (warung) lah, sebotol-sebotol, kalau ganti Pertamax nanti kalau sudah terpaksa, mau tidak mau," jelasnya.
Pengemudi lain yang ditemui di SPBU Pertamina Pinang Ranti, Jakarta Timur, Ilham Saputra juga mengatakan saat ini sulit untuk mendapatkan Pertalite.
Hal tersebut dirasakan Ilham semenjak harga Pertamax naik menjadi Rp12.500 per liter.
"Susah sih kalau sekarang, (hari ini) belum dapat Pertalite, paling ya saya isi pakai Pertamax juga," katanya.
2. Pengakuan Pertamina
Menanggapi kabar Pertalite yang disebut langka, Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menegaskan Pertamina tidak mengurangi jumlah pasokan BBM ke SPBU, termasuk Pertalite.
Yang pasti, kebijakan kami saat ini tidak ada pengurangan pasokan ke SPBU," ujar Irto kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (6/4/2022).
Saat ini, pihaknya akan melakukan pengecekan ke SPBU yang melaporkan kekosongan pasokan Pertalite.