JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang sudah mulai melandai seharusnya menjadi momentum pemulihan para UMKM.
Namun, Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Kadin Indonesia Sharmila Yahya mengatakan, kondisi pasca pandemi seperti saat ini pun tidak jauh berbeda.
Dia menyebut, jika UMKM pada saat pandemi keuntungannya tergerus akibat kebijakan pembatasan masyarakat, tapi kini para UMKM harus rela mencari celah keuntungan yang tipis ditengah naiknya bahan pokok hingga pajak yang ditetapkan pemerintah.
Dia menjelaskan, saat Covid-19 melanda, terjadi pengurangan produksi artinya tenaga kerja yang digunakan pun juga berkurang, maka selama pandemi pemutusan kerja dilakukan di banyak sektor.
Dia menjelaskan ketika minyak goreng memiliki harga yang cukup tinggi, dan berbarengan dengan pajak PPN yang naik dari 10% menjadi 11% setidaknya sudah menggerus provit para pengusaha sebesar 30%.
Keuntungan yang makin tergerus itu tentunya akan membuat para UMKM menjadi lebih lama untuk bangkit.
"Ketika minyak goreng naik, PPN juga naik, akhirnya menggerus provit dari para pengusaha, itu sekitar 30% dari provit kita itu berkurang saat ini," kata Sharmila, Selasa (12/4/2022).
Selain itu, saat ini harga gas LPG maupun BBM juga mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Kapolri Tegaskan Solar Bersubsidi untuk UMKM dan PKL Bukan Pelaku Industri
Dia mengungkapkan kalau beban biaya untuk transportasi dalam sebuah bisnis itu memakan posri 10% hingga 20%.
"Semenjak pandemi baru berakhir ini kita lagi Recovery ya, jadi omsetnya sedang menurun kemarin selama pandemi, kalau bisa jangan sekaligus naiknya ini," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.