Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Uang Rp539 Triliun, Menko Luhut Ingatkan Belanja Produk Lokal

Athika Rahma , Jurnalis-Selasa, 12 April 2022 |17:56 WIB
Punya Uang Rp539 Triliun, Menko Luhut Ingatkan Belanja Produk Lokal
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pihaknya terus mendorong pembelian produk UMKM untuk pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog.

Dari target pembelian Rp400 triliun, saat ini komitmen pengadaan barang dan jasa lokal untuk pemerintah ini sudah mencapai Rp 539 triliun.

"Rp 539 triliun ini (kementerian/lembaga) membuat komitmen pembelanjaan melalui e-Katalog dari angka target Rp 400 triliun dan ini punya dampak besar membangun ekonomi UMKM di daerah dan membangun inovasi anak muda Indonesia," ujar Luhut dalam peluncuran Grand Opening Ceremony Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Sumatera Barat secara virtual, Selasa (12/4/2022).

Kemudian, lanjut dia, paling tidak, kementerian/lembaga harus berbelanja produk dalam negeri minimal 40%. Melalui Gernas BBI, diharapkan penjualan produk UMKM dapat meningkat, dengan demikian, ekonomi Indonesia lebih kokoh dari tingkat pedesaan hingga tingkat tertinggi.

Luhut juga memerintahkan seluruh kementerian/lembaga untuk mempercepat proses pengadaan barang dan jasa lokal ini paling lambat 31 Mei 2022.

"Ini nanti diinput di e-contract, jadi semua digital. Dan ini nanti akan sampai kepada OSS (Online Single Submission) sehingga Indonesia akan tertata dalam sistem digitalisasi, membuatnya jadi efisien, efektif dan mengurangi korupsi," ungkap Luhut.

Adapun, tahun ini adalah tahun kedua gelaran Gernas BBI. Pada tahun 2021, pemeran BBI menyambangi 12 provinsi, demikian pula tahun ini yang direncanakan mendatangi 12 provinsi.

"Begitu hingga 2023, BBI akan bisa hadir di semua provinsi," ujarnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement