Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesulitan Ekonomi saat Masa Senjanya, Para Musisi Terima Donasi DJKI Peduli

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 21 April 2022 |22:16 WIB
Kesulitan Ekonomi saat Masa Senjanya, Para Musisi Terima Donasi DJKI Peduli
DJKI berikan donasi DJKI Peduli kepada para musisi Indonesia yang mengalami kesulitan ekonomi. (Foto: okezone.com/DJKI)
A
A
A

TANGERANG - Menjadi musisi dan pencipta lagu yang menghiasi blantika musik Indonesia dengan karyanya yang hingga saat ini masih didengar dan dinyanyikan kebanyakan orang, tidak lantas membuat para musisi dapat menjalani hidup berkecukupan di masa tuanya.

Banyak faktor yang melatarbelakangi para musisi tersebut terhimpit ekonomi. Salah satunya karena mengalami sakit yang memaksa mereka tidak dapat berkreasi dan beraktivitas seperti sedia kala.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kurniaman menjelaskan bahwa sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap musisi dan pencipta lagu yang mengalami kesulitan, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM melalui program “DJKI Peduli” berinisiatif memberikan bantuan donasi.

“Kami ini datang dari DJKI dalam rangka Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, jadi dalam rangkaian kegiatan itu, salah satunya adalah bagaimana DJKI ini peduli dengan sesepuh, senior-senior para musisi, para kreator yang sudah memberikan karyanya,” kata Kurniaman saat berkunjung ke kediaman pencipta lagu Rudy Rampengan di kawasan Ciledug, Tangerang Selatan, Rabu (20/4/2022).

Dalam lawatannya, Kurniaman juga menyampaikan akan memfasilitasi untuk memperjuangkan para musisi, khususnya pencipta lagu mendapatkan royalti yang layak dari setiap Lembaga Manajemen Kolektif.

“Tentu kami juga prihatin dengan keadaan di masa dulunya sukses tapi (saat ini) sedikit mengalami kendala,” tuturnya.

Di tempat berbeda, saat ditemui di rumahnya, Andi Mapajalos yang merupakan pencipta lagu legendaris Almarhum Chrisye berjudul ‘Jumpa Pertama’ ini mengeluhkan kondisi para pencipta lagu di Indonesia yang kurang terprihatikan karena tidak banyak masyarakat yang menghargai karya seni.

“Cara berpikir orang Indonesia kan, belum bisa menghargai karya seni. Inilah kondisi kami, besar diluaran tapinya seperti ini (serba kekurangan),” ucap Andi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement