Share

Anggaran Subsidi untuk BBM hingga Listrik Telah Disalurkan Rp75,3 Triliun

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2617065 anggaran-subsidi-untuk-bbm-hingga-listrik-telah-disalurkan-rp75-3-triliun-4SbHrCcRP9.jpg Anggaran subsidi untuk BBM dan listrik telah disalurkan. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa pemerintah menyalurkan subsidi untuk masyarakat hingga Rp75,3 triliun sampai akhir Mei 2022.

Di mana hal ini meningkat dari penyaluran subsidi sepanjang Januari-Mei 2021 yang sebesar Rp56,5 triliun.

“Jadi lebih dari Rp75,3 triliun yang merupakan pembayaran subsidi dan kompensasi atau kurang bayar. Kalau kita lihat selain perbedaan harga yang meningkat, volume juga menaik,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers daring APBN KiTa periode Juni 2022 yang dipantau di Jakarta, dikutip Antara Kamis (23/6/2022).

 BACA JUGA:Menko Airlangga Ajukan Tambahan Anggaran Rp82,2 Miliar pada APBN 2023

Serta pemerintah mensubsidi penggunaan bahan bakar minyak berupa solar dan minyak tanah hingga 5,6 juta kiloliter atau meningkat dari jumlah sebelumnya yang mencapai 5,0 juta kiloliter.

Kemudian, LPG 3 kilogram yang disubsidi hingga 31 Mei 2022 mencapai 2,5 juta metrik ton atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 2,4 juta metrik ton.

Adapun subsidi untuk listrik naik dari 37,4 juta pelanggan menjadi 38,4 juta pelanggan pada 2022, pupuk dari 3,1 juta ton menjadi 3,5 juta ton, dan perumahan yang disubsidi naik dari 28,2 ribu unit menjadi 46,0 ribu unit.

“Ini yang menggambarkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebagai shock absorber (peredam kejut). Jumlah kebutuhan masyarakat meningkat, harga tinggi, namun tidak dilakukan perubahan harga, ini menjadi dominasi tema APBN 2022 dimana APBN melakukan shock absorber,” jelasnya.

Diketahui, Badan Anggaran DPR RI juga telah menyepakati penambahan anggaran kompensasi sebesar Rp275 triliun sehingga total kompensasi yang akan disalurkan di 2022 menjadi Rp293,5 triliun.

“Ini angka yang sangat besar untuk kompensasi barang-barang yang di luar negeri mengalami kenaikan, tapi di dalam negeri jadi tidak mengalami kenaikan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini