Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Bank BTPN Naik Tipis Jadi Rp1,67 Triliun di Semester I-2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi , Jurnalis-Selasa, 02 Agustus 2022 |17:17 WIB
Laba Bank BTPN Naik Tipis Jadi Rp1,67 Triliun di Semester I-2022
Laba Bank BTPN naik tipis (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Laba PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mengalami kenaikan tipis pada semester I 2022. Hingga akhir Juni 2022, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,67 triliun atau naik 2,08% dari sebelumnya Rp1,64 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penurunan beban bunga sebesar 9% secara tahunan menjadi Rp1,70 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,87 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan pendapatan operasional lainnya sebesar 5% menjadi Rp5,72 triliun dari sebelumnya sebesar Rp5,59 triliun.

Meski demikian, biaya operasional perseroan mengalami peningkatan sebesar 2% secara tahunan dari Rp3,44 triliun menjadi Rp3,50 triliun.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi kami yang menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, sekaligus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional,” kata Plt Direktur Utama BTPN Kaoru Furuya dalam keterangan resminya, Selasa (2/8/2022).

Dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Juni 2022 BTPN telah menyalurkan kredit sebesar Rp149,26 triliun atau tumbuh 10% dari sebelumnya Rp135,59 triliun. Adapun, kredit di segmen korporasi meningkat sebesar 22% secara tahunan dan kredit syariah tumbuh sebesar 11%.

Di samping itu, perseroan mampu menjaga kualitas kredit tetap baik, hal itu tercermin rasio gross Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 1,35%, menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 1,46%, dan masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,04% pada akhir Mei 2022.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tercatat meningkat sebesar 7% di semester I 2022 dari sebelumnya sebesar Rp96,64 triliun menjadi Rp103,17 triliun.

Hal itu disebabkan oleh meningkatnya saldo Current Account Saving Account (CASA) sebesar 38%, dari Rp28,28 triliun menjadi Rp38,93 triliun, sehingga rasio CASA meningkat dari sebelumnya 29,3% menjadi 37,7%. Sementara, time deposit mengalami penurunan sebesar 6% menjadi Rp64,24 triliun.

“Upaya menghimpun DPK dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih rendah, cost of fund turun dari 3,6% menjadi 2,9%,” kata dia.

Kaoru mengatakan bahwa, perseroan juga terus memantau kualitas kredit nasabah, mengelola restrukturisasi kredit, dan menjaga kecukupan pencadangan biaya kredit.

Sepanjang semester I 2022, rasio likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 181,3% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 121,3%. Kemudian, perseroan juga mencatat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,2%.

Lebih lanjut, total aset perseroan secara konsolidasi hingga akhir Juni tercatat sebesar Rp195,47 triliun, naik 1,85% dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp191,92 triliun. Lalu, total liabilitas tercatat sebesar Rp157,68 triliun naik 1,18% dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp155,84 triliun, serta ekuitas naik 4,72% menjadi Rp37,78 triliun dari Rp36,07 triliun.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement