JAKARTA - PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) mencatat kerugian sebesar Rp5,21 miliar di semester I-2022. Angka ini berbanding terbalik dari perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang membukukan laba sebesar Rp14,06 miliar.
Kerugian perseroan pada enam bulan pertama tahun ini seiring dengan pendapatan bersih MOLI yang juga turun sebesar 11,46% menjadi Rp 712,20 miliar dari sebelumnya Rp 804,40 miliar.
Baca Juga: Madusari Murni (MOLI) Siapkan Belanja Modal Rp240 Miliar
Adapun, penjualan etanol yang menjadi produk unggulan perseroan pada semester pertama turun 13,79% dari Rp 746,57 miliar menjadi Rp 643,58 miliar. Sementara itu, penjualan karbondioksida naik sebesar 3,42% menjadi Rp 31,42 miliar dari sebelumnya Rp 30,38 miliar.
Kemudian, penjualan pupuk tercatat sebesar Rp 22,97 miliar atau naik 31,83% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 17,42 miliar, dan penjualan produk lainnya sebesar Rp 14,22 miliar.
Baca Juga: Laba Madusari Murni Indah Anjlok 73,8% Jadi Rp277,4 Juta di Kuartal I-2022
Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan MOLI turun 8,84% menjadi Rp 567,83 miliar dari sebelumnya Rp 622,91 miliar. Beban umum dan administrasi juga turun menjadi Rp 53,53 miliar dari Rp 56,06 miliar. Sedangkan, beban penjualan dan distribusi naik 5,94% menjadi Rp 74,94 miliar dari Rp 70,73 miliar.
Dalam enam bulan pertama, total nilai aset perseroan susut 6,98% menjadi sebesar Rp 2,11 triliun dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp 2,27 triliun. Adapun, liabilitas tercatat sebesar Rp 628,81 miliar dan ekuitas perseroan menjadi Rp 1,48 triliun.