Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembebasan Lahan Jadi Kendala, Konstruksi Tol Padang-Secincin Baru 45%

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Rabu, 31 Agustus 2022 |17:11 WIB
Pembebasan Lahan Jadi Kendala, Konstruksi Tol Padang-Secincin Baru 45%
Jalan Tol. (Foto: PUPR)
A
A
A

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mencatat progres konstruksi tol Padang-Secincin sepanjang 36 km mencapai 45%.

Jalan tol ini merupakan salah satu seksi dari Tol Padang-Pekanbaru.

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk proyek Tol Ruas Padang – Pekanbaru sepanjang 254,8 Km memang dibangun secara bertahap.

Keberadaan tol tersebut tujuan memperlancar konektivitas antar dua Provinsi yakni Riau dan Sumatera Barat.

 BACA JUGA:PUPR Punya Teknologi Baru Bangun Jalan Tol Pekanbaru - Bangkingan, Pakai Apa?

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro mencatat progres konstruksi tol Padang-Secincin bergantung pada pembebasan lahan yang kerap menjadi tantangan di lapangan, di mana Tol Padang – Sicincin sendiri progres konstruksi sempat terhenti sejak Desember 2021 dikarenakan pembebasan lahan.

"Saat ini telah mencapai progres lahan mendekati 70 persen dengan progres konstruksi mencapai 45 persen," ujar Koentjoro, Rabu (31/8/2022).

Koentjoro mencatat dengan segera selesainya pembebasan lahan, maka perusahaan dapat segera kembali mengebut konstruksi tol sesuai dengan lahan yang telah dibebaskan.

“Kami targetkan percepatan pembangunan tol ini dapat selesai sesuai target di tahun 2024 apabila pembebasan lahan sesuai rencana, sehingga dapat segera membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” bebernya.

Kehadiran Tol Pekanbaru – Padang secara keseluruhan nantinya membawa manfaat positif bagi perekonomian dan pariwisata kedua wilayah setempat.

Tol itu nantinya akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Padang ke Pekanbaru dari 9 jam via jalan arteri menjadi kurang lebih 3 jam via jalan tol dengan kecepatan rerata 80 Km/jam.

Tak hanya memangkas waktu perjalanan, jalan tol ini akan membuka konektivitas antar-wilayah, khususnya memperlancar distribusi logistik.

Selain itu juga akan menghubungkan dua pelabuhan laut yang berada di Padang dan Dumai, Riau serta akan mengefisienkan mobilitas orang dan barang.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±1.066 Km dengan 519 Km ruas tol konstruksi dan 547 Km ruas tol operasi.

Adapun ruas yang telah beroperasi secara penuh diantaranya yakni Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (140 Km), Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 Km), Tol Palembang – Indralaya (22 Km), Tol Medan Binjai (17 Km), Tol Pekanbaru – Dumai (131 Km), Tol Sigli Banda Aceh seksi 2, 3 dan 4 (Seulimeum - Jantho – Indrapuri - Blang Bintang) sepanjang 36 km, serta Tol Binjai – Langsa seksi 1 Binjai – Stabat sepanjang 11,8 Km.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement