Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisnis Tol BUMN, Erick Thohir: Bukan Investasi Mangkrak

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Rabu, 07 September 2022 |14:32 WIB
Bisnis Tol BUMN, Erick Thohir: Bukan Investasi Mangkrak
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bisnis jalan tol milik perusahaan pelat merah bukanlah investasi mangkrak.

Erick menilai investasi di sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, membutuhkan waktu 7-8 tahun untuk bisa memperoleh untung atau balik modal.

Selain itu, investasi di sektor ini juga butuh proses recovery atau pemulihan.

 BACA JUGA:Erick Thohir Sebut Balik Modal Proyek Tol BUMN Butuh 8 Tahun

"Kita sudah bisa membuktikan bahwa investasi infrastruktur memang investasi yang perlu recovery, jadi bukan istilahnya yang selalu dipersepsikan investasi jalan tol yang mangkrak," ujar Erick, Rabu (7/9/2022).

Investasi jalan tol, lanjut Erick, juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Lantaran keberadaan infrastruktur tersebut bisa menyerap tenaga kerja baru.

Saat ini PT Waskita Karya Tbk, melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) dan Indonesia Investment Authority (INA) resmi menyelesaikan penyelesaian transaksi investasi terkait Ruas Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang.

Kerja sama dan kesepakatan pencairan dana dari INA, melalui anak perusahaan yang sepenuhnya milik lembaga pengelola investasi Indonesia itu, yaitu PT Rafflesia Investasi Indonesia (RII) dan PT Abhinaya Investasi Indonesia (AII) diyakini membuat arus kas Waskita Karya semakin kuat untuk pengembangan proyek-proyek lanjutan.

"Dalam kondisi apapun, pembangunan infrastruktur harus terus berjalan. Dengan skema ini, kita membuktikan bahwa infrastruktur bisa dibangun dengan investasi, dan yang terpenting, tanpa utang. Jadi dari sisi posisi di neraca pun lebih baik, tidak menjadi beban perusahaan yang mendapat penugasan, seperti Waskita Karya group," jelasnya.

Di tengah krisis global yang berpengaruh pada nilai tukar mata uang antar negara, lanjut Erick, pembangunan infrastruktur idealnya memang menggunakan dana investasi, dan tidak dari pinjaman.

Dia mengapresiasi keterlibatan banyak pihak yang berkolaborasi dan bersinergi untuk mendukung kapasitas dana, sehingga investasi INA berjalan maksimal dalam mempercepat infrastruktur jalan tol di tanah air.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement