Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Holding BUMN Pertanahan Kantongi Kontrak Rp74 Triliun, Erick Thohir Wanti-Wanti Ini

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2022 |17:04 WIB
Holding BUMN Pertanahan Kantongi Kontrak Rp74 Triliun, Erick Thohir Wanti-Wanti Ini
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat nilai kontrak yang diperoleh Holding BUMN Pertahanan atau DEFEND ID mencapai Rp74 triliun.

Hanya saja Erick enggan merinci sumber pendanaan tersebut.

Meski berhasil memperoleh nilai kontrak jumbo, Erick Khawatir tidak keselarasan dengan arus kas atau cash flow perusahaan.

Hal ini membuat dirinya harus membenahi terlebih dahulu keuangan holding.

 BACA JUGA:Erick Thohir Benahi Keuangan Holding BUMN Pangan dan Pertahanan

"Jangan sampai Industri pertanahan mendapatkan nilai kontrak sampai Rp74 triliun, tapi cash flow-nya tidak siap, ini kita coba benahi," ujar Erick, Jumat (9/9/2022).

Sebagai tindak lanjut usai DEFEND ID, Erick meminta holding untuk menyiapkan segala strategi untuk mewujudkan ketahanan pertahanan di Indonesia.

Tak hanya itu, dia juga mendorong Len Industri sebagai induk holding mampu mengorganisasi transformasi anggota holding agar mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik dan membangun keselarasan antar-anggota holding di sektor keuangan, pemasaran, operasional, hingga portofolio manajemen.

"Holding industri pertahanan harus mampu memperkuat ekosistem pertahanan nasional, tak hanya dengan anggota holding, melainkan juga kerja sama dengan BUMN lain dan juga TNI," bebernya.

Di lain sisi, Erick menginginkan pembentukan holding mampu meminimalisasi terjadinya tumpang tindih fokus bisnis masing-masing anggota holding.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement