Share

Kena Dampak Krisis Energi, Menara Eiffel Tak Lagi Gemerlap

Tim Okezone, Okezone · Rabu 14 September 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 320 2667113 kena-dampak-krisis-energi-menara-eiffel-tak-lagi-gemerlap-F9YXHpfOzK.JPG Menara Eiffel. (Foto: Foxnews)

JAKARTA - Menara Eiffel setiap malam menerangi langit malam Paris untuk memukai ratusan orang yang ingin melihatnya.

Dikutip dari CBS News di Jakarta, Rabu (14/9/2022), sayangnya kini menara Eiffel harus memadamkan lampu lebih awal.

Menara setinggi 1.000 kaki itu terkena dampak krisis energi terburuk sejak tahun 70-an yang menghantam Eropa di tengah rekor musim panas di benua tersebut.

Wali Kota Paris Anne Hidalgo menyampaikan kalau rencana itu akan dilakukan pada Selasa waktu setempat.

 BACA JUGA:Hormati Wafatnya Ratu Elizabeth II, Menara Eiffel Matikan Lampu

Dia menyebut jika hal ini bertujuan untuk menghemat 10% konsumsi energi selama musim dingin.

Diketahui bahwa semua bangunan kota akan memastikan lampu mulai dari pukul 10 malam. Tapi lampu penerangan umum akan tetap menyala demi keselamatan.

Kemudian, untuk Menara Eiffel yang biasanya diterangi dengan warna keemasan dalam waktu kurang dari 10 menit saat malam tiba dan memiliki pertunjukan kilauan mempesona setiap jam selama 5 menit hingga pukul 1 pagi, akan dimatikan lampunya mulai pukul 11.45 malam mulai 21 September 2022.

Adapun ketika waktu berkunjung telah berakhir. Penerangan emas pada malam hari membuat sekitar 4% dari pengeluaran energi tahunan monumen.

Serta kota akan menurunkan suhu di gedung-gedung publik dari 19 derajat Celcius menjadi 18 derajat Celcius, tidak termasuk yang melayani populasi rentan, seperti pembibitan dan panti jompo, serta pemanasan di bangunan pemerintah, tidak termasuk perumahan sosial, akan tertunda sebulan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Ini membuat kolam renang juga akan menjadi lebih sejuk.

Mereka juga akan memotong air panas ke gedung-gedung pemerintah dan beberapa gedung publik, sekali lagi, tidak termasuk yang melayani populasi yang rentan.

Adapun hotel, supermarket, department store dan bisnis, juga akan diminta untuk mengurangi konsumsi energi musim dingin mereka sebesar 10%.

Sebagai informasi, Eropa sedang mengalami krisis energi yang digambarkan sebagai yang terburuk sejak 1970-an.

Sehingga Otoritas Paris mengatakan harga energi pada akhir Agustus adalah 1.000 Euro MWh.

Tercatat bahwa harga ini 12 kali lipat dari harga yang tercatat pada waktu yang sama tahun lalu.

"Perlunya ketenangan energi dan transisi ekologi sangat penting," ucap otoritas kota itu dalam pengumuman rencana penghematan energinya.

"Menghadapi risiko kekurangan, upaya ketenangan nasional di semua tingkatan harus dilakukan," tambahnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini