JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir turut berduka atas tragedi kericuhan antar suporter di Stadion Kanjuruhan yang memakan banyak korban jiwa.
"Prihatin dan berduka yang dalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan," ujar Erick Thohir dikutip dari akun Instagram resmi @erickthohir pada Minggu (2/10/2022).
Dia menyayangkan adanya kericuhan antar suporter sepak bola yang harusnya bisa menjadi pemersatu bangsa.
"Sepak bola seharusnya jadi pemersatu, di dalamnya ada nilai sportivitas dan kemanusiaan," katanya.
Dia pun menegaskan agar hal-hal seperti ini tak terulang lagi.
"Hentikan kekerasan! Tidak ada sepak bola seharga nyawa," tegasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 153 orang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya.
Sementara itu, terdapat dua anggota kepolisian yang juga dikabarkan tewas. Mayoritas para korban meninggal dunia karena sesak nafas dan terinjak-injak usai pihak kepolisian melempar gas air mata untuk melerai kerusuhan.
Akibat insiden berdarah ini, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan. PT LIB menyampaikan duka cita mendalam terhadap para korban.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.