Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Airlangga Optimistis Indonesia Tak Jatuh ke Jurang Resesi, Ini Buktinya

Michelle Natalia , Jurnalis-Senin, 07 November 2022 |19:50 WIB
Menko Airlangga Optimistis Indonesia Tak Jatuh ke Jurang Resesi, Ini Buktinya
Menko Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan optimismenya bahwa Indonesia tidak akan jatuh ke jurang resesi di tahun 2023 mendatang.

Dia mengatakan, saat ini memang ekonomi global saat ini dihadapkan pada ketidakpastian dan tantangan.

Pertumbuhan global terkoreksi ke bawah sementara inflasi naik ke atas.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III-2022 menunjukkan kinerja impresif.

 BACA JUGA:Heboh Ancaman Resesi 2023, Tabungan Emas Bisa Jadi Solusi?

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2022 telah melebihi pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi, atau 2019. Ekonomi Indonesia di triwulan III mencatatkan pertumbuhan impresif, yaitu 5,72%, atau 1,81% secara quarter-to-quarter(qtq), atau secara kumulatif 5,4%," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Capaian Pertumbuhan Ekonomi Triwulan ke-3 di Jakarta, Senin(7/11/2022).

Dia menyebutkan, dengan memperhitungkan berbagai risiko pertumbuhan ekonomi pada 2022, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap optimis di 5,2% dan masih bisa menembus angka 5,3% di 2023.

"Berbagai lembaga internasional juga memproyeksikan bahwa pertumbuhan Indonesia di 2023 berada di kisaran 4,7-5,1%. Tahun depan Indonesia diharapkan bisa jauh dari resesi," ungkap Airlangga.

Salah satu faktor penopangnya adalah sektor konsumsi domestik Indonesia yang kuat.

Airlangga membeberkan bahwa konsumsi domestik Indonesia sebesar 50,38% di triwulan III-2022 bisa menambah daya tahan perekonomian.

"Ketergantungan kita terhadap nilai eksportir hanya sebesar 26,23%. Tentunya gejolak di pasar global ini relatif bisa terendam oleh konsumsi," tambah Airlangga.

Di tambah lagi, dibandingkan inflasi, Indonesia dalam beberapa bulan terakhir condong mengalami deflasi.

Airlangga juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berada sedikit di atas angka inflasi.

"Inflasi Oktober 2022 di 5,71% dan pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2022 sebesar 5,72%. Kita juga lihat dari sisi investasi ada peningkatan, sehingga penyerapan oleh investor domestik jadi bantalan terhadap keluarnya modal asing," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement