Share

Pertemuan LPS Dunia Serukan Tindakan Nyata Lawan Perubahan Iklim

Anggie Ariesta, MNC Portal · Rabu 09 November 2022 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 320 2704081 pertemuan-lps-dunia-serukan-tindakan-nyata-lawan-perubahan-iklim-3iEHGo3D69.jpg Pertemuan LPS Dunia Serukan Tindakan Nyata Lawan Perubahan Iklim. (Foto: Okezone.com/LPS)

BALI - Forum yang mempertemukan para lembaga penjamin simpanan internasional, baik yang tergabung di International Deposit Insurers (IADI) atau bukan menggelar pertemuan di Nusa Dua, Bali, hari ini. Seminar Internasional Lembaga Penjamin Simpanan atau Indonesia Deposit Insurance Corporation (LPS IDIC) ini sekaligus menjadi side events (kegiatan sampingan) Presidensi KTT G20 2022.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pertemuan tersebut mengangkat tema “Perubahan Iklim, Dekarbonisasi, Keberlanjutan, dan Ekonomi Hijau” dalam program penjaminan dan hubungannya yang erat dengan peningkatan perekonomian suatu negara.

Baca Juga: Tingkat Bunga Penjaminan Naik, Ini Alasan LPS

“Seminar ini, antara lain sebagai side events Presidensi G20 Indonesia, dan ingin mendorong semua penjamin simpanan di seluruh dunia, apakah anda anggota International Association of Deposit Insurers (IADI) atau bukan, untuk menyerukan tindakan nyata untuk melawan perubahan iklim dan mendorong ekonomi yang lebih berkelanjutan dan hijau,” ujar Purbaya melalui sambutannya di Seminar Internasional LPS, Rabu (9/11/2022).

Menurut pengamatan Purbaya, iklim bumi telah berubah secara dramatis, dimana semakin banyak bencana yang berkaitan dengan cuaca, iklim dan air terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Bank Dunia juga mencatat bahwa dampak perubahan iklim, yang meliputi banjir, kekeringan, pergeseran pola curah hujan, dan kenaikan suhu, dapat merugikan suatu negara antara 2,5%-7% dari PDB negara tersebut.

Baca Juga: Total Tabungan Orang RI Tembus Rp7.675 Triliun, Rekening Orang Kaya 'Menggendut'

Oleh karena itu, LPS tidak bisa mengabaikan keadaan darurat iklim, dan adalah kewajiban kita untuk memimpin jalan melindungi Bumi kita demi mencegah krisis iklim yang lebih besar.

"Bahkan jika itu hanya satu tindakan kecil, itu akan membuat perbedaan besar untuk mengurangi perubahan iklim, kami percaya bahwa kita masih memiliki harapan untuk planet yang lebih baik terutama untuk generasi kita selanjutnya. Untuk itu, kita perlu segera mengambil tindakan bersama, khususnya para penjamin simpanan,” pungkas Purbaya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menjadi salah satu pembicara utama dalam forum tersebut mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia membawa tantangan lain karena memiliki dampak lingkungan dan sosial, termasuk polusi, degradasi dan deforestasi hutan, serta ketimpangan pendapatan.

“Indonesia juga sedang berjuang dengan krisis lain: perubahan iklim, yang berdampak parah pada lingkungan fisik, ekosistem, dan masyarakat manusia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan dataran rendah dan pulau-pulau kecil yang luas, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim,” jelasnya.

Oleh karenanya Menko Luhut sangat mengapresiasi LPS dengan menghelat forum seperti ini, sebab menurutnya, Indonesia masih perlu melakukan transformasi ekonomi dengan mempromosikan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam kaitannya dengan program penjaminan yang erat kaitannya dengan stabilitas keuangan dan perbankan nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini