Share

Sri Mulyani Bicara Peluang Ekonomi Indonesia di 2023, Bisa Tumbuh 5%?

Michelle Natalia, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719193 sri-mulyani-bicara-peluang-ekonomi-indonesia-di-2023-bisa-tumbuh-5-V2vpiMsfEA.jpg Sri Mulyani ungkap peluang ekonomi tahun depan (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023. Dia tak menampik jika kondisi global pada 2023 sangat tidak menentu dengan banyaknya dinamika gejolak saat ini.

"Kalau kita lihat 2023, apakah tantangan kita untuk tetap bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%? Melihat environment global, geopolitik yang menimbulkan dampak. Meskipun kita juga lihat, kejadian geopolitik itu turning point, seperti perang pada bulan Februari 2022 di tengah-tengah kami yang sedang meng-host pertemuan menteri-menteri keuangan waktu itu," ujar Sri, Jumat (2/12/2022).

Menurutnya, tahun ini sektor ekonomi dikejutkan dengan adanya perang Rusia-Ukraina. Perang tersebut, kata Sri Mulyani, menjadi turning point yang mengubah semua dinamika pembahasan Finance Track di G20.

"Nah di sini kita melihat, bahwa kemungkinan juga turning point bisa terjadi juga di tahun 2023 kalau kemudian terjadi negosiasi dan kemudian perangnya berhenti," ungkap Sri.

Bendahara Negara ini memproyeksi paling tidak setengah tahun lamanya di tahun depan, suku bunga akan tetap tinggi bersamaan dengan menurunnya inflasinya yang mungkin mulai bertahap. Itu risiko pertama yang harus dilihat.

"Dan interest rate yang tinggi beberapa saat, bahkan beberapa pejabat tinggi di The Federal Reserve (The Fed) menyampaikan is gonna be high for relatively long. Ini berarti dampak terhadap ekonomi di negara maju mungkin akan terasa sepanjang tahun 2023. Dampaknya terhadap perekonomian kita tentunya adalah satu, kalau interest rate high, maka terjadi capital outflow. Itu yang sekarang kita rasakan. Surat Berharga Negara (SBN) kita dalam hal ini termasuk yang terkena capital outflow dari non residen," bebernya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Mengenai suku bunga di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) terpaksa harus juga menyesuaikan atau adjusting terhadap tren tekanan global ini. Dampaknya terhadap perekonomian tahun depan, seberapa resilien investasi Indonesia tetap bisa bertahan dalam kondisi kecenderungan suku bunga akan lebih tinggi dibandingkan tahun ini.

Perbankan pun, sebut dia, juga akan melihat pertumbuhan kreditnya mereka akan tetap resilien atau tidak. IPO atau perusahaan-perusahaan yang akan tetap melakukan listing supaya capital dan investment tetap terjadi.

"Ini adalah yang akan kita lihat di 2023, apakah investasi bisa tumbuh tetap terjaga di atas 5%, karena kemarin kuartal III (Q3) yang kita tumbuh 5,7% itu investasi tumbuhnya di 4,9%, dekat sekali dengan lima, itu satu," tambah Sri.

Jadi, kalau investasi bisa bertahan tumbuh di atas 5%, Sri mengatakan bahwa Indonesia punya harapan bahwa resiliensi dari ekonomi akibat kenaikan interest rate karena inflasi tinggi dari dunia itu bisa dijaga.

"Saya akan lebih bertanya pada CEO di sini, Anda confident tidak untuk tetap ekspansi sehingga growth investasi di atas 5%? Itu penting. Yang kedua, konsumsi rumah tangga yang menjelaskan hampir 56%-57% dari PDB kita, apakah juga akan tetap bisa tumbuh di atas 5%? Daya beli dari konsumsi kita harus dijaga. Itulah kenapa perhatian bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu detail soal investasi ini, terus menerus diingatkan semua kepala daerah dan kita semua," pungkas Sri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini