Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Brent dan WTI Meningkat karena Inflasi AS Turun

Clara Amelia , Jurnalis-Rabu, 14 Desember 2022 |08:15 WIB
Harga Minyak Brent dan WTI Meningkat karena Inflasi AS Turun
Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Harga minyak dunia meningkat lebih dari 3% pada akhir perdagangan Selasa. Ini pun menjadi kenaikan harian terbesar dalam sebulan, karena investor membeli aset-aset berisiko setelah data AS menunjukkan perlambatan inflasi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari meningkat USD2,69 atau 3,5% menjadi USD80,68 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari terdongkrak USD2,22 atau 3,0% menjadi USD75,39 per barel. Kedua kontrak mencatat kenaikan harian terbesar sejak 4 November.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok, Brent dan WTI di Level USD70/Barel

Pasar juga didukung kekhawatiran tentang gangguan pasokan, termasuk penutupan yang sedang berlangsung dari pipa minyak mentah Keystone, Kanada ke Amerika Serikat setelah kebocoran besar minggu lalu.

"Tidak ada yang benar-benar melihat angka itu datang di bawah ekspektasi - kemungkinan peristiwa positif permintaan yang menempatkan tawaran di pasar," kata Analis Mizuho Robert Yawger, dikutip dari Antara, Rabu (14/12/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Beragam Jelang Pertemuan OPEC+

Fokus sekarang beralih ke bagaimana Federal Reserve AS menanggapi laporan IHK, tambah Yawger. Jeda kenaikan suku bunga bisa mendorong harga lebih tinggi.

Namun, para pedagang mengatakan kekhawatiran pasokan minyak telah ada selama beberapa hari ini, menunjukkan reli mungkin turun ke sentimen 'berisiko' yang lebih luas setelah data inflasi.

"Ini hanya reli luas berbasis dolar. Mengingat penurunan berkelanjutan di pasar, setiap berita positif akan mengangkat minyak, tetapi masih harus dilihat apakah reli ini akan bertahan," ujar Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Eli Tesfaye.

Reli pada Selasa (13/12/2022) juga bisa disebabkan oleh pedagang yang menutup posisi jual - taruhan spekulatif bahwa harga komoditas akan turun - setelah kedua harga acuan turun lebih dari 10 persen minggu lalu.

"Setelah berada di ujung kekalahan mutlak minggu lalu, beberapa minat beli dan perburuan harga murah kembali ke kompleks minyak mentah," kata Matt Smith, analis minyak utama di Kpler.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement