Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hilangkan Rasa Takut dengan Tak Lagi Percaya 4 Mitos Soal Investasi Reksa Dana

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Kamis, 12 Desember 2024 |08:00 WIB
Hilangkan Rasa Takut dengan Tak Lagi Percaya 4 Mitos Soal Investasi Reksa Dana
investasi reksa dana bisa menjadi pilihan ideal bagi investor pemula dengan segala keunggulannya (foto: dok Istimewa)
A
A
A

Okezone - Pepatah “menabung pangkal kaya” di zaman sekarang bisa dibilang sudah sering dianggap tidak relevan lagi. Pasalnya, nilai uang akan terus menurun karena inflasi jika sekadar disimpan sebagai uang tunai di rekening tabungan. Untuk itu, banyak orang saat ini yang beralih ke investasi untuk meningkatkan kondisi keuangannya di masa depan. 

Akan tetapi, saat berinvestasi, Anda tidak boleh melakukannya dengan sembarangan tanpa bekal pengetahuan yang mumpuni. Sebab, selain memberi keuntungan yang menggiurkan, investasi juga bisa menjadi bumerang yang merugikan keuangan. Hal ini berlaku pula pada produk reksa dana yang dianggap sebagai instrumen investasi ramah pemula sekalipun. 

Sejatinya, investasi reksa dana bisa menjadi pilihan ideal bagi investor pemula dengan segala keunggulannya. Tapi, adanya beberapa mitos dan informasi buruk seputar reksa dana, tidak sedikit orang yang enggan untuk segera mencobanya. 

Untuk meyakinkan Anda berinvestasi reksa dana online dengan aman dan tanpa rasa takut berlebihan, berikut 4 mitos palsu seputar investasi reksa dana yang tak harusnya dipercaya. 

1.Tingkat Risikonya Tinggi

Mitos pertama yang sering disebut oleh orang awam seputar reksa dana adalah tingkat risikonya yang tinggi. Misalnya, jika menanam modal di instrumen tersebut, Anda harus bersiap dengan risiko kehilangan nilai investasi secara signifikan. 

Padahal, faktanya, tingkat risiko investasi reksa dana tergolong fleksibel dan bisa diatur menyesuaikan keinginan investor. Alasannya karena ada banyak jenis reksa dana dengan tingkat risiko yang berbeda, mulai dari risiko rendah, sedang, hingga tinggi. 

Jika Anda memiliki tujuan keuangan jangka pendek, ada opsi investasi di reksa dana pasar uang yang menjanjikan pertumbuhan nilai stabil dan minim risiko. Sementara jika ingin optimal meraih tujuan finansial jangka panjang, misalnya di atas 5 tahun, Anda bisa berinvestasi di reksa dana saham yang mampu memberi keuntungan menggiurkan. 

Pun, jika tertarik menanam modal jangka menengah, misalnya 1 sampai 3 tahun, terdapat opsi reksa dana pendapatan tetap dan campuran yang memiliki tingkat risiko sedang. Jadi, buang jauh-jauh pikiran investasi reksa dana berisiko tinggi karena faktanya bisa disesuaikan berdasarkan jenis produk yang dipilih.

2. Butuh Proses Pengajuan yang Rumit

Selain itu, ada pula mitos jika reksa dana merupakan instrumen investasi yang rumit selayaknya saham, obligasi, atau produk investasi populer lainnya. Padahal, dibanding instrumen investasi lain, reksa dana dikenal mempunyai proses pengajuan yang paling simpel dan terjangkau oleh semua orang. 

Bayangkan saja, Anda bisa mulai berinvestasi reksa dana cukup dengan menggunakan aplikasi di smartphone. Tinggal unduh aplikasi investasi digital, Anda bisa memilih produk reksa dana dan membelinya. Performa investasi reksa dana pun bisa dipantau kapan pun, termasuk pembelian, penjualan, hingga pengalihan modal sesuai keinginan secara online. 

Terkait syarat pendaftarannya pun hanya foto KTP dan rekening tabungan. Jadi, setelah mengetahui fakta ini, tak ada alasan lagi enggan berinvestasi reksa dana karena aksesnya sangat mudah bagi semua kalangan.

3. Pengelolaannya Butuh Banyak Waktu 

Jika menganggap proses pengajuan reksa dana rumit, mungkin tidak sedikit dari Anda juga mengira jika aktivitas investasi di produk tersebut juga memakan banyak waktu dan tenaga. Mulai dari analisis produk, mengambil keputusan investasi, dan berbagai hal menyibukkan lain membuat Anda tak kunjung berinvestasi reksa dana. 

Padahal, isu seputar reksa dana tersebut sangat berbeda dengan kenyataannya. Pamor reksa dana sebagai instrumen ramah pemula muncul karena pengelolaannya berada di tangan Manajer Investasi dengan pengalaman dan kemampuan mumpuni seputar pasar modal. 

Manajer Investasi bertugas untuk menganalisis dan menempatkan modal investor reksa dana di instrumen tertentu dengan pertimbangan yang matang. Tujuannya agar Anda selaku investor mampu meraih imbal hasil yang optimal. Jadi, Anda hanya perlu memantau kinerja reksa dana beberapa waktu sekali dan menilai apakah sudah sesuai ekspektasi atau perlu melakukan penyesuaian. 

4. Hanya Bisa Dijangkau Investor Bermodal Besar

Terakhir, banyak orang mengira jika investasi adalah aktivitas keuangan yang hanya bisa dilakukan oleh masyarakat kelas atas dengan kondisi keuangan mapan. Jadi, dengan uang yang masih pas-pasan, tidak sedikit orang yang mengubur keinginannya untuk berinvestasi reksa dana. 

Faktanya, investasi reksa dana bisa dilakukan oleh siapa pun dengan modal terjangkau. Bahkan, Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan modal mulai dari 10 ribu rupiah saja. Dalam kata lain, investasi sebenarnya bisa dilakukan dengan uang kembalian belanja sekalipun asal ada niat dan keinginan untuk meraih kondisi keuangan yang lebih baik lagi. 

Jangan Biarkan Mitos Keliru Soal Reksa Dana Menghambat Keinginan Investasi

Meski kian populer dikenal dan dilakukan oleh masyarakat, tapi tetap saja ada beberapa orang yang percaya dengan mitos keliru soal reksa dana dan menelannya mentah-mentah. Padahal reksa dana adalah instrumen investasi yang menjadi solusi bagi masyarakat agar bisa menanam modal dengan lebih mudah, praktis, dan simpel. Jadi, setelah mengetahui penjelasan di atas, jangan biarkan mitos tersebut menghalangi Anda untuk mulai berinvestasi dan meraih tujuan keuangan impian.

(Fitria Dwi Astuti )

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement