JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menanggapi aksi mogok pedagang daging se-Jabodetabek akibat tingginya harga sapi hidup. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai kenaikan harga ini kemungkinan dipicu oleh praktik permainan harga di tingkat penggemukan sapi (feedlotter) maupun distributor, sehingga harga sapi melampaui ketentuan dan menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.
Dia menyebut, berdasarkan laporan yang diterima, harga sapi dari feedlotter dijual melebihi harga yang telah ditetapkan Pemerintah. Menurutnya, Pemerintah akan mengambil tindakan tegas jika terbukti ada pelaku usaha yang sengaja memainkan harga.
“Tadi malam langsung kami tindaklanjuti. Menurut laporan itu, harga dari feedlotter atau penggemukan berada di atas harga yang telah ditetapkan,” ungkap Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Kamis (22/1/2026).
Amran menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika terbukti ada pelaku usaha yang sengaja memainkan harga. Ia memastikan tidak akan ragu mencabut izin pengusaha yang terbukti melanggar ketentuan dan merugikan masyarakat.
“Hampir pasti izinnya akan dicabut jika mereka mencoba-coba bermain. Saya pastikan dicabut dan tidak akan diberikan kembali. Itu tegas,” ucapnya.
Amran menekankan bahwa Pemerintah telah memberikan kemudahan kepada para pengusaha, termasuk kuota pengadaan sapi Bangkalan yang sudah mencapai 700 ribu ekor. Ia pun mempertanyakan alasan masih ada pengusaha yang bermain harga.
“Apa masalahnya? Ini menyulitkan banyak orang. Kami sudah suruh cek mulai hari ini. Jika terbukti, izin akan dicabut dan mereka tidak boleh lagi berbisnis di bidang ini. Itu tegas,” tegas Amran.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Bapanas bersama Satuan Tugas (Satgas) telah mengerahkan tim untuk turun langsung ke lapangan mulai hari ini. Pemerintah akan menelusuri apakah praktik permainan terjadi di tingkat penggemukan, distributor, atau pihak lainnya.
“Satgas sudah kami minta langsung turun untuk mengecek siapa yang bermain. Apakah penggemukannya, distributornya, atau pihak lain. Pasti akan diketahui siapa yang sebenarnya bermain-main,” kata Amran.
(Feby Novalius)