Dia menegaskan bahwa solusi paling mendesak adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari yang saat ini berjumlah tujuh dermaga, pemerintah diminta segera menambah setidaknya tiga dermaga baru dalam waktu dekat.
Dengan penambahan tersebut, kapasitas sandar kapal dapat meningkat signifikan. Dengan memanfaatkan kapal yang saat ini dibiarkan tidak difungsikan. Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal tambahan untuk beroperasi secara bersamaan.
“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu sudah sama dengan bertambah sekitar 50 persen dari total kapasitas angkut Dari total kapasitas angkut terpasang yang tersedia. Sehingga antrian kendaraan yang akan menggunakan kapal penyebrangan akan jauh lebih lancar,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa kebutuhan angkutan penyeberangan saat ini terus meningkat di lintasan Merak-Bakauheni terutama untuk transportasi logistik, transportasi publik dan penumpang. Di mana transportasi logistik di lintasan tersebut naik setiap tahunnya mencapai 10-12% per tahun.
Menurutnya, jika penambahan infrastruktur tidak segera dilakukan, maka dalam beberapa tahun ke depan kapasitas angkutan penyeberangan di Merak-Bakauheni dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan maupun distribusi logistik di lintasan tersebut. Dan bila kongesti ini terjadi kemacetan akan meresahkan publik dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional
Harusnya pemerintah tidak menambah jumlah kapal, yang malah akhirnya bisa menambah deretan kapal kapal yang tidak bisa dioperasikan atau menambah deretan kapal yang hanya untuk off makin panjang. Kalau ingin menambah kapasitas angkut harusnya pemerintah segera melakukan penambahan dermaga.
“Karena itu, penambahan infrastruktur dermaga menjadi langkah penting agar kapasitas layanan penyeberangan dapat mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan dalam tahun tahun ke depan” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.