JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyatakan, penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN maupun swasta setiap hari Jumat bukan solusi tunggal mengurangi konsumsi BBM. Menurut Sekretaris Jenderal MTI Aditya Dwi Laksana, pemilihan hari Jumat sebagai pelaksanaan WFH hanya membuat pergeseran perjalanan dari kantor ke tempat wisata, karena pemilihan hari Jumat sangat dekat dengan akhir pekan yang menjadi jadwal libur ASN.
"WFH ini bisa jadi terjadi pergeseran perjalanan yang non produktif. Karena hari Jumat ini hari terakhir kerja, itu bisa saja kegiatan wisata, juga bisa ada fenomena PJKA atau Pergi Jumat Kembali Ahad alias pulang kampung," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Oleh sebab itu, Aditya mengatakan menilai bahwa kebijakan WFH ini tidak dapat berdiri sendiri dan harus diintegrasikan dengan kebijakan lain. MTI mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi kebijakan WFH seperti berapa besar penurunan konsumsi BBM dari adanya kebijakan ini.
"Pemerintah juga perlu melakukan evaluasi melalui analisis before dan after untuk mengetahui efektivitas kebijakan tersebut, termasuk apakah terjadi penurunan volume perjalanan, penurunan konsumsi BBM, serta perubahan pola mobilitas masyarakat," tambahnya.