“Apabila terdapat ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, maupun santri yang belum terdata atau belum menerima layanan MBG, informasi tersebut dapat segera disampaikan kepada BGN melalui Koordinator SPPI Kecamatan atau hotline WhatsApp 0851-1139-4466,” kata Sony.
Lebih lanjut, Sony menjelaskan bahwa basis data yang digunakan saat ini merupakan hasil pendataan awal yang dilakukan pada periode Mei hingga Juli 2024. Pada periode tersebut, pengumpulan data melibatkan personel Babinsa dan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Kodam sebelum diserahkan kepada tim persiapan pelaksanaan Program MBG.
Sony juga mengakui bahwa pada fase awal pendataan, BGN masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya. Selain belum adanya dukungan anggaran operasional yang memadai, jumlah personel BGN saat itu masih sangat terbatas sehingga koordinasi formal antarinstansi belum dapat berjalan optimal.
Meski demikian, melalui penguatan kolaborasi antarkementerian serta partisipasi aktif pemerintah daerah dan masyarakat, BGN optimistis proses validasi ini akan menghasilkan basis data yang jauh lebih akurat hingga tingkat desa dan kelurahan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.