Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soroti Kasus BGN, Ketua Banggar: Fokus Saja MBG, Bukan Beli Motor dan iPad

Felldy Utama , Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2026 |11:58 WIB
Soroti Kasus BGN, Ketua Banggar: Fokus Saja MBG, Bukan Beli Motor dan iPad
Dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, merespons dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Said menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah mengingatkan perlunya perbaikan tata kelola di lingkungan BGN, terutama terkait pelaksanaan program MBG yang menjadi program prioritas pemerintah.

"Saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai program prioritas yang menjadi andalan Bapak Presiden adalah pada aspek tata kelolanya," kata Said di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ia juga menyoroti adanya pengalihan fokus anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, dana negara seharusnya dialokasikan sepenuhnya untuk memberikan asupan gizi kepada masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis.

"Itu yang saya sampaikan bolak-balik, fokus kepada Makan Bergizi Gratis, bukan fokus kepada insentif, fokus pada sepeda motor, atau fokus pada iPad. Itu tidak ada hubungannya sama sekali," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan isi hatinya setelah mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Prabowo mengaku sedih karena terpaksa mengganti orang-orang yang selama ini dipercaya untuk mengemban tugas besar dalam menjalankan program pemerintah.

Sebelumnya, Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Selain itu, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga diberhentikan. Kini, ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas negara yang sangat berat," kata Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Prabowo tidak mau berkomentar banyak terkait tiga mantan pimpinan BGN yang tengah menghadapi proses hukum di Kejagung. Ia menegaskan tidak ingin melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

"Saya tidak mau banyak komentar karena mereka menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu, saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah-olah saya mempengaruhi," ujarnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement