JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana menambah jumlah pabrik etanol di Indonesia dengan membangun sedikitnya 30 hingga 50 pabrik. Rencana ini bertujuan mendukung pengembangan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol atau E20 serta memperkuat kemandirian energi nasional.
Sebelumnya, Prabowo membeberkan potensi besar Indonesia yang mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor strategis. Menurutnya, di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian, Indonesia mampu menjaga kondisi ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan di sejumlah sektor.
"Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas, salah satu yang terbesar di kawasan kita, setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya, kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang menghasilkan solar dari kelapa sawit," ucap Prabowo dalam sambutannya pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan memproduksi B50 telah membawa dampak nyata bagi perekonomian nasional melalui pengurangan impor solar. Tidak hanya itu, Presiden juga mengungkapkan langkah lanjutan untuk memperkuat kemandirian energi melalui pengembangan bahan bakar berbasis bioetanol.
Prabowo mengatakan Indonesia telah mulai menuju penggunaan E10 atau bensin dengan campuran etanol sebesar 10 persen. Namun, menurutnya, kemampuan nasional masih dapat ditingkatkan hingga mencapai E20.