Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Taman Anggrek Ragunan, Bukti Nyata Aset Daerah Dapat Jadi Ruang Usaha

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2026 |08:38 WIB
Taman Anggrek Ragunan, Bukti Nyata Aset Daerah Dapat Jadi Ruang Usaha
Anggrek Rangga di Ragunan (Foto: iNews Media Group/Reynaldi Hermawan)
A
A
A

JAKARTA – Aset daerah tidak melulu berkaitan dengan pemanfaatan lahan atau bangunan milik pemerintah. Nyatanya, terdapat pengelolaan aset daerah yang dioptimalkan menjadi ruang publik untuk memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan sosial bagi masyarakat. 

Salah satu contoh nyata dari pengelolaan aset daerah tersebut adalah Taman Anggrek Ragunan yang berlokasi di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kawasan yang berdiri sejak tahun 1973, masih menjadi salah satu tujuan masyarakat, khususnya para pencinta tanaman hias. Apalagi, lokasinya juga berada di dekat pintu timur Kebun Binatang Ragunan. 

Taman Anggrek Ragunan memiliki luas sekitar lima hektare, diisi dengan puluhan kavling koleksi tanaman hias yang disewakan kepada pelaku usaha. Pemanfaatan kavling tersebut menjadikan kawasan ini bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang usaha untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Ruang bagi Pelaku Usaha Tanaman Hias

Keberadaan Taman Anggrek Ragunan memberikan ruang bagi para pelaku usaha tanaman hias untuk membudidayakan, memasarkan, dan mengembangkan usaha mereka. Di kawasan ini, pengunjung dapat menemukan deretan kios dan greenhouse yang menampilkan berbagai jenis anggrek serta tanaman hias lainnya.

Dengan begitu, pengunjung dapat memilih langsung berbagai jenis anggrek maupun tanaman hias lainnya yang dibudidayakan oleh para pelaku usaha di kawasan tersebut. Karenanya, aktivitas jual beli tanaman menjadi salah satu daya tarik utama Taman Anggrek Ragunan. 

Aktivitas ekonomi yang berlangsung di Taman Anggrek Ragunan tidak hanya sebatas jual beli, tetapi juga mencakup edukasi dan layanan seputar tanaman hias. Lantaran, kawasan ini juga membuka ruang interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat. Pengunjung dapat berkonsultasi langsung mengenai cara perawatan tanaman, pemupukan, hingga penanganan hama. 

Jadi Ruang Edukasi

Taman Anggrek Ragunan juga memiliki peran sebagai ruang edukasi tanaman hias. Masyarakat yang berkunjung dapat mengenal lebih dekat berbagai jenis anggrek, ragam tanaman hias, serta teknik budidaya.

Keberadaan kios dan greenhouse membuat pengunjung dapat melihat langsung proses pengembangan tanaman hias. Informasi dari para pelaku usaha juga menjadi nilai tambah, terutama bagi masyarakat yang ingin mulai merawat tanaman di rumah atau memperdalam pengetahuan tentang budidaya anggrek. Dengan fungsi tersebut, Taman Anggrek Ragunan tidak hanya menjadi tempat membeli tanaman, tetapi juga menjadi ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat.

Berperan dalam Retribusi Daerah

Sebagai salah satu aset milik Pemprov DKI Jakarta, Taman Anggrek Ragunan juga ikut berkontribusi terhadap penerimaan daerah melalui retribusi. Kontribusi itu berasal dari pemanfaatan fasilitas dan layanan yang tersedia di kawasan taman, termasuk penggunaan lahan oleh para pelaku usaha tanaman hias.

Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Bapenda Jakarta, Morris Danny mengatakan, penerimaan retribusi tersebut menjadi bagian dari optimalisasi pengelolaan aset daerah secara produktif dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, aset daerah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pendapatan daerah.

“Dana yang diperoleh melalui retribusi menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik, pemeliharaan fasilitas, serta pengembangan sarana dan prasarana yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Aset Daerah dengan Berbagai Manfaat

Taman Anggrek Ragunan dengan berbagai manfaat bagi masyarakat memperlihatkan bagaimana aset daerah dapat dikelola menjadi ruang produktif. Pengelolaan aset daerah yang bijak dapat menghadirkan tempat rekreasi, ruang edukasi tanaman hias, sekaligus tempat usaha bagi pelaku ekonomi lokal.

Keberadaan Taman Anggrek Ragunan menunjukkan bahwa fasilitas publik dapat memberikan nilai ekonomi dan sosial secara bersamaan. Masyarakat dapat menikmati suasana hijau, belajar mengenai tanaman hias, membeli berbagai jenis anggrek, serta ikut mendukung keberlanjutan usaha para pelaku tanaman hias. 

“Melalui pemanfaatan yang berkelanjutan, Taman Anggrek Ragunan menjadi contoh bahwa aset daerah dapat terus hidup dan memberi kontribusi nyata bagi Jakarta. Tidak hanya sebagai ruang publik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi lokal dan penerimaan daerah,” tuturnya.

(Agustina Wulandari )

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement