JAKARTA - Lantai licin masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan rumah tangga yang kerap luput dari perhatian. Area seperti kamar mandi, dapur, teras, hingga sekitar kolam renang menjadi titik yang paling berisiko karena permukaannya mudah basah sehingga meningkatkan potensi seseorang terpeleset.
Risiko tersebut tidak hanya mengancam anak-anak dan lansia, tetapi juga orang dewasa yang beraktivitas sehari-hari di rumah. Cedera akibat terpeleset pun beragam, mulai dari memar ringan hingga cedera yang lebih serius.
Kondisi ini mendorong masyarakat semakin mempertimbangkan aspek keamanan saat memilih material bangunan, termasuk keramik lantai. Perubahan preferensi tersebut turut diamati pelaku industri bahan bangunan yang mulai mengembangkan material dengan fitur keselamatan tanpa mengabaikan aspek desain dan estetika.
"Belakangan kami melihat masyarakat tidak lagi hanya mempertimbangkan desain saat memilih material bangunan, tetapi juga aspek keamanan, terutama untuk area yang sering terkena air. Karena itu, inovasi yang kami kembangkan berupaya menjawab kedua kebutuhan tersebut, yakni menghadirkan permukaan yang lebih aman tanpa menghilangkan nilai estetikanya," ujar Marketing Director PT Platinum Ceramics Industry, Jali Wijaya, Sabtu (8/8/2026).
Salah satu inovasi yang diperkenalkan perusahaan adalah keramik dengan teknologi anti-slip berstandar R12 yang dirancang untuk membantu mengurangi risiko terpeleset pada area basah.
Menurut perusahaan, teknologi tersebut berbeda dengan keramik anti-slip konvensional yang umumnya memiliki permukaan kasar. Material tersebut dirancang agar tetap nyaman diinjak dan mudah dibersihkan, sekaligus memiliki daya cengkeram lebih baik saat terkena air.
Standar R12 merupakan salah satu klasifikasi keramik anti-slip dengan tingkat ketahanan terhadap selip yang tinggi dan umumnya digunakan pada area yang rentan basah. Karakteristik tersebut dinilai dapat membantu menciptakan pijakan yang lebih stabil saat digunakan.
Jali mengatakan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aspek keamanan menunjukkan bahwa fungsi material bangunan kini tidak lagi hanya berfokus pada estetika.
"Platinum Super Stop menjadi salah satu upaya kami menghadirkan keramik yang tidak hanya memperhatikan kualitas dan estetika, tetapi juga aspek keamanan yang semakin dibutuhkan masyarakat," katanya.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di rumah, penggunaan material lantai dengan teknologi anti-slip diperkirakan akan semakin menjadi pertimbangan, terutama untuk area yang sering terpapar air.
Tren tersebut menunjukkan bahwa aspek keamanan kini mulai dipandang sebagai bagian penting dari kualitas hunian, berdampingan dengan fungsi dan estetika.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.