Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asap Tebal Karhutla Ganggu Penerbangan, Sejumlah Jadwal di Kalimantan Dibatalkan

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |16:06 WIB
Asap Tebal Karhutla Ganggu Penerbangan, Sejumlah Jadwal di Kalimantan Dibatalkan
Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan di beberapa bandara. Kondisi asap tebal mengganggu jarak pandang dan berdampak terhadap keselamatan penerbangan.

Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, menjadi salah satu bandara yang terdampak. Asap tebal di wilayah tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami pembatalan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan jarak pandang atau visibility merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, atau dibatalkan.

"Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Lukman, Jumat (21/8/2026).

Kondisi asap tebal di Bandara Singkawang (SKJ) menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan TransNusa dan Super Air Jet pada 16, 18, dan 19 Agustus 2026.

Pada 16 Agustus, jarak pandang di Bandara Singkawang tercatat sekitar 3.000 meter. Kondisi tersebut berdampak terhadap penerbangan TransNusa dengan 174 penumpang pada rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK)-Singkawang dan 153 penumpang pada rute sebaliknya.

Sementara itu, penerbangan Super Air Jet rute CGK-SKJ terdampak dengan 180 penumpang, sedangkan rute SKJ-CGK terdampak dengan 87 penumpang.

Gangguan kembali terjadi pada 18 Agustus ketika jarak pandang di Bandara Singkawang berada di sekitar 2.000 meter. TransNusa terdampak dengan 174 penumpang pada masing-masing rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK.

Pada hari yang sama, Super Air Jet terdampak dengan 180 penumpang pada rute CGK-SKJ dan 179 penumpang pada rute SKJ-CGK.

Kemudian, pada 19 Agustus, jarak pandang di Bandara Singkawang tercatat sekitar 2.500 meter. Penerbangan TransNusa terdampak dengan masing-masing 164 dan 165 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK.

Adapun Super Air Jet terdampak dengan masing-masing 180 penumpang pada kedua rute tersebut.

Kemenhub memastikan penumpang yang terdampak mendapatkan penanganan dari maskapai. Penumpang dapat memilih pengembalian dana secara penuh (full refund) atau perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.

Selain Kalimantan Barat, Kemenhub meningkatkan pemantauan di sejumlah bandara di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Di Kalimantan Timur, pemantauan dilakukan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan. Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan masih beroperasi normal, sedangkan bandara lainnya terus dipantau.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, serta Bandara Khusus Puruk Cahu. Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu dilaporkan masih beroperasi normal.

Dampak asap juga menyebabkan keterlambatan sejumlah penerbangan NAM Air di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN). Penerbangan rute CGK-PKN yang semula dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WIB berubah menjadi pukul 08.50 WIB.

Kemudian, penerbangan rute PKN-SRG yang semula dijadwalkan pukul 07.30 WIB berubah menjadi pukul 09.38 WIB.

Selanjutnya, penerbangan SRG-PKN yang semula dijadwalkan pukul 10.15 WIB berubah menjadi pukul 12.05 WIB. Sementara itu, penerbangan PKN-SUB yang semula dijadwalkan pukul 10.45 WIB bergeser menjadi pukul 12.34 WIB.

Di Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan masih beroperasi normal, sementara bandara lainnya terus dipantau.

Ditjen Perhubungan Udara menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara dan operator penerbangan meningkatkan kewaspadaan serta memantau kondisi cuaca dan jarak pandang secara berkala.

"Jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan," kata Lukman.

Kemenhub juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan.

Pemantauan dilakukan Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan karhutla serta dampaknya terhadap penerbangan di Indonesia. 

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement