Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Oktober dari Pertalite, Pertamax hingga Turbo, Ada yang Naik?

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 18 Oktober 2026 |05:01 WIB
Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Oktober dari Pertalite, Pertamax hingga Turbo, Ada yang Naik?
Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Oktober dari Pertalite, Pertamax hingga Turbo, Ada yang Naik? (Foto: Pertamina Patra Niaga)
A
A
A

JAKARTA - Harga BBM Pertamina yang resmi berlaku hari ini. PT Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi yang berlaku di Oktober 2026. 

Pertamina memutuskan harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami perubahan per 1 Oktober 2026. Dengan demikian. harga BBM yang dijual Pertamina per Oktober 2026 masih sama jika dibandingkan September 2026.

"Per 1 Oktober harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora di Jakarta.

Kitty menjelaskan, untuk harga BBM subsidi, seperti pertalite dan biosolar tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini sesuai arahan dari pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sementara, untuk penetapan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax cs masih mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. “Maka sampai saat ini, masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya,” kata Kitty.

Dikutip dari laman resmi Pertamina, harga BBM nonsubsidi tak mengalami perubahan sejak 2 September 2026

Harga BBM Pertamina per 2 September 2026

Biosolar subsidi Rp6.800 per liter
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp15.950 per liter
Pertamax Green Rp19.150 per liter
Pertamax Turbo Rp19.600 per liter
Dexlite Rp23.700 per liter
Pertamina Dex Rp25.200 per liter

 

Bahlil Akui Berat Tahan Harga BBM Subsidi

Di tempat berbeda, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui menahan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan di tengah lonjakan harga minyak dunia merupakan hal yang berat. Meski demikian, Pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti pertalite tidak naik sampai 31 Desember 2026.

Bahlil mengatakan pemerintah harus melakukan berbagai upaya agar harga BBM subsidi tetap terjaga di tengah dinamika harga energi. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat.

"Ini bukan pekerjaan gampang, ini pekerjaan wah berat itu. Tapi untuk rakyat, kita harus melakukan yang terbaik," ujar Bahlil di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Di sisi lain, Bahlil menegaskan mekanisme harga BBM nonsubsidi berbeda dengan BBM subsidi. Untuk BBM non-subsidi, harga mengikuti mekanisme pasar sehingga penyesuaiannya dapat terjadi seiring perubahan harga acuan.

Dia menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak selalu dilakukan pada hari yang sama ketika harga minyak mengalami kenaikan atau penurunan. Menurutnya, terdapat jeda waktu sekitar dua minggu sebelum penyesuaian harga dilakukan.

Komitmen mempertahankan harga BBM subsidi hingga Desember 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, terutama dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan daya beli masyarakat dan tekanan perubahan harga energi.

"Harga BBM subsidi ya, bukan BBM nonsubsidi, BBM subsidi sampai dengan 31 Desember, bagaimana caranya kita jaga untuk tidak naik, dan saya janji untuk subsidi tidak akan naik sampai dengan Desember," pungkas Bahlil.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement