Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Anjlok 14,91% Sepekan, Ini 6 Fakta di Balik Tekanan Pasar Saham RI

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |05:10 WIB
IHSG Anjlok 14,91% Sepekan, Ini 6 Fakta di Balik Tekanan Pasar Saham RI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 14,91% sepanjang perdagangan 12–16 Oktober 2026 hingga ditutup di level 5.185,105. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 14,91% sepanjang perdagangan 12–16 Oktober 2026 hingga ditutup di level 5.185,105. Pelemahan pasar saham tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Tekanan pasar turut menggerus kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diikuti aksi jual bersih investor asing. Menanggapi kondisi tersebut, BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat koordinasi, sementara ekonom dan analis menyoroti pentingnya pembenahan transparansi, likuiditas, serta tata kelola pasar modal.

Berikut enam fakta di balik tekanan pasar saham Indonesia sepanjang pekan tersebut.

1. IHSG Anjlok 14,91% dalam Sepekan

- Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup di level 5.185,105 pada Jumat (16/10/2026), turun 14,91% dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya di level 6.093,759.

- Pada perdagangan Jumat, BEI memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) setelah IHSG mengalami penurunan hingga mencapai ambang batas 8%.

- Kapitalisasi pasar BEI ikut tergerus 14,43% menjadi Rp9.157 triliun dari Rp10.701 triliun pada pekan sebelumnya.

- Rata-rata volume transaksi harian turun 5,22% menjadi 44,102 miliar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian terkoreksi 0,07% menjadi Rp16,21 triliun.

- Di tengah pelemahan tersebut, rata-rata frekuensi transaksi harian justru naik 2,46% menjadi 1,72 juta kali.

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon mengatakan penurunan IHSG selama sepekan mencapai 14,91%.

2. MSCI Buka Konsultasi Perubahan Status Pasar Saham Indonesia

- Pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan periode konsultasi terkait usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement