Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Babak Belur, Ditutup di Bawah Level 5.000

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |16:55 WIB
IHSG Babak Belur, Ditutup di Bawah Level 5.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (19/10/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra Setiawan)
A
A
A

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (19/10/2026). IHSG turun 3,64% atau 188 poin ke level 4.996.

Sejumlah indeks saham lainnya juga melemah tajam. Indeks LQ45 turun 3,95% ke level 488,609, IDXLQ45LCL melemah 3,22% ke level 69,481, IDX30 turun 3,67% ke level 273,256, dan IDX80 terkoreksi 4% ke level 72,392.

Direktur Utama PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa pelemahan IHSG salah satunya dipicu oleh sentimen terkait MSCI. Menurutnya, investor ritel masih berada dalam kondisi panik.

“Ini baru pernyataan saja sudah membuat pasar terkejut, apalagi kalau benar keputusannya,” ujarnya.

Ariston menilai keputusan tersebut berpotensi memicu penurunan tajam di pasar saham pada tahap awal. Hal ini dapat terjadi karena investor asing yang memiliki mandat investasi pada kategori pasar berkembang, bukan Standalone Market, berpotensi menarik dananya dari pasar saham Indonesia.

“Setelah dana asing keluar, mungkin institusi dan ritel lokal akan kembali masuk dan indeks bisa naik lagi,” ujarnya.

IHSG Berpeluang Mengalami Koreksi atau Technical Rebound

Pergerakan IHSG pada pekan ini berpeluang mengalami koreksi lanjutan atau justru mencatatkan penguatan teknikal (technical rebound). Indeks masih dibayangi tekanan setelah anjlok tajam pada akhir pekan lalu akibat respons pasar terhadap isu reklasifikasi status pasar modal Indonesia oleh MSCI.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Ardy Irianto Subekti, mengatakan bahwa terbentuknya celah penurunan harga (gap down) serta pelemahan tajam hingga menembus level penopang (support) penting membuat IHSG masih berada dalam tren melemah (bearish).

“Penurunan yang dalam membuka peluang technical rebound, namun arah selanjutnya bergantung pada arus dana asing dan respons otoritas terhadap isu MSCI serta stabilitas harga minyak,” kata Ardy dalam analisisnya, Senin (19/10/2026).

IPOT memetakan pergerakan IHSG ke dalam tiga skenario utama. Pada skenario moderat, IHSG diproyeksikan bergerak mendatar untuk mencari titik terendah (bottoming) pada rentang 5.180–5.450.

Proyeksi tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa pasar masih membutuhkan waktu untuk mencerna sentimen terkait MSCI. Meski demikian, aksi beli bersih (net buy) investor asing pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp473,3 miliar dalam sepekan menjadi sinyal awal adanya aktivitas pembelian saham saat harga melemah (bottom fishing).

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement