Fungsi utama MSCI adalah menjadi tolok ukur (benchmark) investasi global. Manajer investasi memakai indeks MSCI untuk menilai apakah kinerja portofolio mereka lebih baik atau lebih buruk daripada rata-rata pasar. Investor institusi pun menjadikannya acuan dalam menentukan alokasi investasi.
Indeks MSCI juga menjadi dasar produk investasi. Banyak reksa dana dan exchange traded fund (ETF) dirancang mengikuti komposisi saham dalam indeks tersebut. Karena itu, saham yang masuk indeks biasanya dibeli oleh dana yang mengacu pada indeks tersebut.
Selain itu, MSCI membantu investor membandingkan kinerja pasar saham antarnegara dengan standar klasifikasi yang seragam. Negara dengan bobot besar dalam indeks MSCI juga berpotensi menerima aliran dana asing yang lebih besar.
- Arus Dana Asing dan Harga Saham
Keputusan MSCI mempengaruhi pasar saham terutama lewat arus dana asing. Ketika saham masuk indeks, investor asing yang mengikuti indeks tersebut biasanya membeli saham itu. Akibatnya, volume transaksi, harga, dan likuiditas dapat meningkat. Sebaliknya, saham yang dikeluarkan berpotensi mengalami tekanan jual. Fenomena ini dikenal sebagai MSCI effect.
Hal serupa berlaku ketika klasifikasi pasar sebuah negara berubah. Jika pasar diturunkan ke kelompok di luar indeks utama seperti MSCI Emerging Markets, saham-sahamnya tidak lagi menjadi bagian indeks tersebut, sehingga dana asing berisiko keluar.
- Kredibilitas Emiten dan Pengaruh terhadap IHSG
Saham yang masuk indeks MSCI dinilai memenuhi kriteria ketat soal likuiditas, free float, dan tata kelola. Kondisi ini membuat emiten lebih mudah dilirik investor global. Di Indonesia, saham berkapitalisasi besar yang masuk MSCI umumnya juga berbobot besar di BEI, sehingga pergerakannya mempengaruhi IHSG.
Menurut BEI, perubahan bobot, penambahan, atau penghentian rebalancing saham dalam indeks MSCI berpotensi menimbulkan volatilitas dan tekanan pada pasar modal. Pada Senin (27/10/2025), misalnya, IHSG sempat amblas hampir 4 persen ketika muncul rencana MSCI menyesuaikan perhitungan free float.
Saat ini, Indonesia masih berstatus Emerging Market di MSCI. Namun, usulan penurunan status menjadi Standalone Market masih dalam tahap konsultasi hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.
Dengan begitu, mengenal MSCI menjadi bekal penting bagi investor maupun calon investor dalam menyikapi setiap perubahan yang berdampak pada pasar saham Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.