Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mesin Perahu Listrik Pangkas Biaya Operasional Nelayan hingga 90 Persen

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |11:44 WIB
Mesin Perahu Listrik Pangkas Biaya Operasional Nelayan hingga 90 Persen
Penggunaan mesin perahu listrik berpotensi menekan biaya operasional nelayan skala kecil hingga 90%. (Foto: Okezone.com/Azura Indonesia)
A
A
A

JAKARTA – Penggunaan mesin perahu listrik berpotensi menekan biaya operasional nelayan skala kecil hingga 90%. Berdasarkan implementasi awal di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, nelayan yang menggunakan mesin listrik dapat mengeluarkan biaya sekitar Rp10.000 per perjalanan, jauh lebih rendah dibandingkan mesin konvensional yang membutuhkan biaya bahan bakar minyak (BBM) sekitar Rp100.000 per perjalanan.

Direktur sekaligus Co-founder Azura Indonesia, Nadea Nabila, mengatakan bahwa penggunaan teknologi energi bersih perlu memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi nelayan, terutama di tengah tantangan biaya operasional.

“Bagi nelayan skala kecil, transisi energi bukan hanya tentang mengganti mesin berbahan bakar minyak dengan mesin listrik, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat membuat biaya melaut lebih terjangkau dan usaha mereka lebih tangguh,” ujar Nadea, Selasa (20/10/2026).

Mesin perahu menggunakan baterai yang dapat diisi ulang melalui stasiun pengisian daya berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sistem ini memungkinkan nelayan memanfaatkan energi terbarukan untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan.

Berdasarkan perhitungan, biaya penggunaan mesin listrik mencapai Rp10.000 untuk tiga baterai dalam satu perjalanan. Sementara itu, biaya operasional mesin konvensional diperkirakan sebesar Rp100.000 per perjalanan. Perbandingan tersebut menunjukkan potensi penghematan hingga 90%, meski besarnya penghematan dapat bergantung pada kondisi dan kebutuhan operasional masing-masing nelayan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement