Selain menekan biaya, mesin listrik juga tidak menghasilkan emisi gas buang langsung dari pembakaran BBM saat beroperasi. Suara mesin yang lebih rendah turut menjadi salah satu manfaat yang dirasakan nelayan.
Nengah Sudiarta (51), nelayan asal Desa Kusamba, mengatakan penggunaan mesin listrik membantunya tetap melaut ketika memasuki musim paceklik.
“Sejak menggunakan mesin listrik, saya tetap melaut meski musim paceklik. Karena saya tidak perlu khawatir dengan biaya BBM. Mesinnya juga tidak bising dan membuat telinga sakit saat melaut,” kata Nengah.
Perahu mesin listrik ini rencananya akan diperluas penerapannya ke berbagai wilayah perikanan di Indonesia. Dalam jangka panjang, organisasi tersebut menargetkan distribusi hingga 10.000 unit mesin perahu listrik.
Perluasan penggunaan teknologi ini diharapkan dapat membantu nelayan menekan biaya operasional dan mengurangi ketergantungan pada BBM. Namun, penerapannya secara lebih luas tetap membutuhkan dukungan infrastruktur pengisian daya serta perhitungan efisiensi yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah perikanan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.