Fitch juga menggarisbawahi risiko-risiko dari meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan erosi terhadap konsistensi maupun kredibilitas dari bauran kebijakan. Kondisi ini terjadi di tengah pembuatan kebijakan yang semakin tersentralisasi. Hal tersebut tertuang dalam penilaian Fitch yang menurunkan prospek kredit Indonesia dari Stable ke Negative pada Maret 2026 lalu.
Adapun kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah didasari oleh perkembangan ekonomi makro terkini di tengah kenaikan harga energi global. Misalnya, pertumbuhan ekonomi selama semester I/2026 mencapai 5,45% (YoY) atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yakni 5,1%. Namun, Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini juga tidak akan mencapai target pemerintah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengkritik usulan MSCI untuk menghapus status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) dan mengklasifikasikannya kembali sebagai pasar tersendiri (standalone market), seraya menegaskan bahwa Jakarta tidak akan gentar oleh rencana tersebut. Kepala Negara pun membuka opsi penghematan anggaran lebih besar apabila diperlukan.
"Berdasarkan analisis tersebut, diprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.060-Rp18.110 per dolar AS," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.