“Tadi saya lihat penyaluran kurang lebih Rp53 triliun. Penerimanya sekitar 2 juta warga kita. Di tahun yang akan datang, sasaran kita, jika terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka yang berada di pedesaan, daerah terpencil, serta masyarakat perkotaan yang berpenghasilan rendah,” katanya.
Prabowo memperkirakan program tersebut akan menyasar sekitar 28 juta keluarga. Dengan asumsi setiap keluarga terdiri atas empat orang, manfaat program berpotensi menjangkau sekitar 100 juta penduduk Indonesia.
“Itu kemampuan kita sekarang,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, melaporkan realisasi penyaluran kredit dan pembiayaan melalui program percepatan akses keuangan daerah mencapai Rp53 triliun kepada sekitar 2,1 juta penerima manfaat selama Agustus hingga Oktober 2026.
Friderica menjelaskan, capaian tersebut didukung sinergi OJK, lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan melalui TPAKD. Program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendukung kegiatan ekonomi produktif.